Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OTOMOTIF: Banyak hadapi hambatan

JAKARTA--Pelaku industri otomotif tengah menghadapi bayak faktor negatif yang dapat menghambat pertumbuhan bisnisnya pada tahun ini.
- Bisnis.com 27 Januari 2013  |  19:00 WIB

JAKARTA--Pelaku industri otomotif tengah menghadapi bayak faktor negatif yang dapat menghambat pertumbuhan bisnisnya pada tahun ini.

Davy J. Tuilan, Marketing and Dealer Network Developtment PT Suzuki Indomobil Sales, agen tunggal pemegang merek (ATPM) Suzuki, mengatakan rencana penaikan bea masuk bahan baku baja akan semakin meperberat industri otormotif yang sudah dibebani penaikan sejumlah biaya.

Penaikan biaya produksi karena dipicu kebijakan baru regulator seperti penaikan upah minimun, rencana penaikan tarif listrik industri, bea masuk anti dumping baja gulungan dan lembaran canai dingin (cold rolled coil/sheet) serta uang muka kredit dan melemahnya nilai tukar rupiah.

"Kini semakin banyak faktor negatif yang akan berimbas terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional," katanya di Jakarta, Minggu (27/1/2013).

Menurutnya, rencana pengenaan bea masuk anti dumping baja gulungan dan lembar canai dingin mencapai sekitar 5,9%-74% dari nilai impor tersebut merupakan beban tersendiri dalam ongkos produksi, disamping penaikan komponen biaya produksi yang lain.

Pengenaan bea masuk produk impor tersebut, lanjutnya, dengan sendirinya akan mendongkrak ongkos produksi otomotif sehingga berdampak menyebabkan terjadinya penaikan harga kendaraan yang baru diluncurkan dari pabriknya.

"Seberapa besar dampaknya tergantung dari besarnya bea masuk itu, dan apakah dampaknya terhadap harga otomotif masih dapat diserap oleh elastisitas daya beli masyarakat." tegasnya.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Nurudin Abdullah

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top