Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Harga cabai & buah di Pasar Induk Kramat Jati meroket

News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  22:00 WIB
JAKARTA- Akibat tingginya intensitas hujan dan banjir yang melanda Jakarta beberapa hari terakhir membuat harga cabai dan buah di Pasar Induk Kramat Jati meroket.
 
Asisten Usaha Pasar Induk Sayur Mayur dan Buah Pasar Induk Kramatjati, Sugiyono mengakui, harga cabai terpantau mengalami kenaikan, seperti harga cabai rawit merah dari Rp 16.000  per kilogram menjadi Rp 23.000 per kilogram, cabai merah keriting dari Rp 15.000  menjadi Rp 17.000 per kilogram, dan cabai rawit merah besar dari Rp 13.000  menjadi Rp 15.000  per kilogram. 
 
"Harga cabai fluktuatif setiap harinya, tapi yang jelas terjadi kenaikan lantaran banjir di Jakarta, sehingga akses jalan maupun pengiriman barang terganggu. Konsumen juga sulit membeli cabai karena terhalang banjir. Sejumlah pedagang merugi sekitar 2 persen," ujar Sugiyono melalui telpon, Kamis (24/1).
 
Menurutnya, banjir juga berdampak menurunnya pasokan cabai setiap harinya lantaran akses jalan terputus. Jika sebelumnya setiap hari bisa 80 ton pasokan cabai, namun kini menurun menjadi 70 ton per harinya. Alhasil, harga menjadi meroket akibat menurunnya pasokan tersebut.
 
Meski begitu, bila pasokan cabai mencapai 100 ton per harinya, maka harga cabai menjadi turun. 
 
"Pasokan menurun, tapi permintaan agak meningkat sehingga harga cabai naik. Apalagi, komoditi jenis cabai kalau terkena air cepat busuk dan kualitasnya menjadi berkurang," katanya.
 
Di Pasar Induk Kramatjati sendiri, sambung Sugiyono, sebanyak 65 persen pasokan sayur mayur dan buah-buahan didistribusikan ke sejumlah pasar di DKI Jakarta, seperti Pasar Klender, Pasar Perumnas, Pasarminggu, Pasar Jatinegara, Pasar Tanahabang, dan lain-lain.
 
Ketua Koppas Pasar Induk Kramatjati, Margono menuturkan, banjir yang melanda Jakarta juga berpengaruh dengan kenaikan harga buah, seperti jeruk siam dari Rp 13.000 naik menjadi Rp 15.000  per kilogram, apel malang dari Rp 12.000  menjadi Rp 14.000  per kilogram, melon dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.500 per kilogram, dan manggis dari Rp 10.000  menjadi Rp 12.000  per kilogram. 
 
Dirut PD Pasar Jaya, Djangga Lubis mengakui, harga sejumlah komoditi di Pasar Induk Kramatjati mengalami kenaikan karena pasokan dari luar Jawa terkendala transportasi akibat banjir.
 
"Ini (kenaikan) baru mulai hari ini, sementara kemarin-kemarin di sini tidak naik karena pasokan banyak. Dampaknya baru mulai sekarang kenaikannya. Kita harapkan besok sudah mulai lancar lagi. Harga tidak sampai naik begitu besar hanya di bawah 10 %  dan pasokan hanya berkurang 10%," tandasnya. 
(faa)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Emanuel Tome Hayon

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top