Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BULOG KALTIM Target Prognosa Beras Tahun Ini 16.000 Ton

BALIKPAPAN--Bulog Divisi Regional (Divre) Kalimantan Timur menargetkan pengadaan beras (prognosa) sepanjang 2013 sebanyak 16.000 ton atau meningkat 6,7% dari realisasi tahun lalu yang mencapai 15.000 ton.
- Bisnis.com 24 Januari 2013  |  14:39 WIB

BALIKPAPAN--Bulog Divisi Regional (Divre) Kalimantan Timur menargetkan pengadaan beras (prognosa) sepanjang 2013 sebanyak 16.000 ton atau meningkat 6,7% dari realisasi tahun lalu yang mencapai 15.000 ton.

Kepala Divre Bulog Kaltim Abdul Nadjid mengatakan pihaknya masih akan mengandalkan jaringan semut untuk merealisasikan target prognosa beras tersebut.

Jaringan semut merupakan mitra Bulog yang membeli beras dalam jumlah kecil pada masing-masing penggilingan padi.

“Kami akan dorong terus penyerapannya dari petani untuk merealisasikan prognosa beras tahun ini,” kata Nadjid, Rabu (23/1/2013).

Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan strategi dengan menjaga stok gudang beras maksimal untuk memenuhi kebutuhan dalam 3 bulan ke depan pada daerah penghasil seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Penyediaan stok beras selama 3 bulan merupakan batas minimum yang diberikan oleh pemerintah kepada Bulog dalam menjaga stabilitas harga.

Dia mengatakan lonjakan produksi yang terjadi pada tahun ini menjadi salah satu penyebab pihaknya memertimbangkan alasan ini untuk memacu angka prognosa pengadaan beras.

“Karena kalau stok di gudang terlalu banyak, nanti tidak akan bisa menyerap beras yang diproduksi petani ketika panen terjadi,” katanya.

Dia menyebutkan hal tersebut belajar dari pengalaman tahun lalu yang menyebabkan adanya beras produksi petani yang tidak sepenuhnya terserap karena keterbatasan ruang penyimpanan.

Pihaknya bahkan mengalihkan stok beras yang ada dari Kabupaten PPU ke Kota Tarakan.

Keterlambatan masuknya beras ke dalam gudang mengakibatkan momen produksi beras menjadi tersendat.

Dia mencontohkan ketika keterlambatan masuknya beras mencapai lebih dari sehari, produksi beras petani yang mampu mencapai 100 ton per hari tentu akan berdampak terhadap angka prognosa.

“Bayangkan kalau sepuluh hari, sudah 1.000 ton. Ini tentu akan memengaruhi target penyerapan beras daerah,” tuturnya.

Dia juga berharap agar penyaluran raskin kepada para penerima manfaat bisa diperlancar sehingga stok dalam gudang terus bergerak. Hal ini akan membantu menjaga ketersediaan ruang untuk menampung beras yang terserap.

Selain dua strategi tersebut, Bulog juga akan tetap mengoptimalkan jaringan semut, yakni mitra pembeli beras dari petani dalam jumlah kecil yang akan disetorkan ke Bulog.

Mitra yang biasanya berdekatan dengan petani tersebut akan menambah penyerapan beras dari produsen.

Adapun untuk target prognosa pengadaan beras pada 2012, dia mengatakan telah mampu merealisasikan target sebanyak 15.000 ton.

Sebagian besar beras tersebut dari wilayah Kabupaten PPU yang produksinya sedang meningkat. Sementara sisanya dari daerah lain seperi Berau, Kutai Kartanegara dan Bulungan.

Saat ini, stok yang ada di  gudang Bulog tercatat sebanyak 15.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 6 bulan.

Selain bertugas untuk menjaga kestabilan harga beras di pasaran dan menyalurkan jatah raskin, Bulog juga wajib untuk memenuhi kebutuhan beras untuk keperluan lainnya seperti untuk narapidana yang tinggal di Lembaga Pemasyarakatan.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Kaltim berencana mencetak sawah baru seluas 1.850 hektare pada 2013 sehingga luas sawah di seluruh daerah menjadi 13.647 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kaltim Ibrahim mengatakan tujuan pencetakan sawah baru ini untuk menciptakan swasembada beras di wilayahnya yang selama ini masih bergantung pada daerah tetangga.

Kendati menghadapi cuaca buruk pada awal Januari, Ibrahim optimistis dapat merealisasikan target tersebut.

Dia menyebutkan setidaknya akan ada peningkatan produksi gabah kering mencapai 5% dari produksi 2012 berdasarkan angka ramalan sementara yang mencapai 568.000 ton gabah kering giling. (K46)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top