Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TIPS Agar Tidak Diganggu YAKUZA

JAKARTA: Lalu apa kiat  supaya tidak diganggu Yakuza?  Menurut Richard Y. Susilo, yang baru-baru ini meluncurkan situs www.yakuza.in, hal itu bisa dihindari.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  09:00 WIB

JAKARTA: Lalu apa kiat  supaya tidak diganggu Yakuza?  Menurut Richard Y. Susilo, yang baru-baru ini meluncurkan situs www.yakuza.in, hal itu bisa dihindari.

Asalkan, katanya dalam keterangan tertulis, "Kita jangan berurusan dengan Yakuza, kita jangan mendekati, jangan berhubungan, jangan meminta tolong, jangan memberikan uang." 

Dia menjelaskan, pada hakekatnya, saat berhubungan dengan yakuza, maka dari situlah masalah akan muncul.

"Tetapi selama kita tak tahu, ya tak ada masalah. Tetapi begitu kita tahu, wah ternyata dia anggota yakuza, cobalah menghindar, menjauh dari anggota yakuza tersebut dan dia pun pasti tahu kalau kita sudah sadar bahwa dia anggota yakuza. Maka yakuza itu pun juga akan menjauh atau tak akan mendekati kita pula. Inilah hukum di Jepang."

Selain itu, lanjutnya,  hindarkan berbuat yang tidak benar. Misalnya ke klub idak membayar, atau janji sesuatu tidak ditepati.

"Di Jepang mulut adalah janji dan janji harus ditepati. Kita tak bisa dan tak boleh menghindar dari ucapan janji yang telah dikeluarkan dari mulut kita sendiri. Jangan bilang oh salah bicara, apalagi kita katakan gak pernah bicara itu, habislah kita dikerjain yakuza," tekannya lagi.

Di Jepang, prinsip menepati janji merupakan karakter utama. Fondasi utama adat kebiasaan dan budaya Jepang, mulut adalah janji.

"Tidak seperti di Indonesia, kita membuat kontrak sampai 10 cm tebalnya, eh masuk pengadilan juga, lalu apa arti kontrak tertulis tersebut yang sudah dibuat bagus sampai detil dan ber-ratus halaman mungkin."

Richard menuliskan pula bahwa Yakuza memang telah lama masuk ke Indonesia. Jadi semua mungkin harus berhati-hati dalam berhubungan dengan kalangan kerah berdasi kalangan pengusaha asing atau dengan orang asing yang ada di Indonesia lainnya.

"Prinsip kehati-hatian sangat penting menghadapi semua orang. Sebelum kita jatuh ke lumpur, baiknya hati-hati selalu," tekannya lagi.     (Foto: Richard Susilo)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : Arief Budisusilo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top