Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Warga Diimbau Waspadai Penyakit Leptospirosis

JAKARTA: Dinas Kesehatan DKI Jakarta menghimbau kepada masyarakat korban banjir  untuk berhati-hati terhadap penyakit leptospirosis.Penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh kencing tikus biasa terjadi saat musim banjir seperti saat ini. Untuk
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  17:43 WIB

JAKARTA: Dinas Kesehatan DKI Jakarta menghimbau kepada masyarakat korban banjir  untuk berhati-hati terhadap penyakit leptospirosis.

Penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh kencing tikus biasa terjadi saat musim banjir seperti saat ini. Untuk itu, masyarakat diminta waspada dengan penyakit itu, karena biasanya penyakit tersebut menular dengan cara kontak dengan air yang tercemar dengan kotoran binatang pengerat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan pihaknya terus mendata korban banjir yang terserang penyakit. Namun sejauh ini penyakit yang dominan diderita oleh warga yakni batuk, pilek, dan gatal-gatal. Sementara untuk leptospirosis belum ditemukan.

"Sampai saat ini belum ada, mudah-mudahan tidak ada," kata Dien, Selasa (22/1).

Dien  menuturkan, penyakit leptospirosis memang rawan terjadi paska banjir. Dia mengimbau warga untuk hidup bersih dan sehat, terutama di tempat pengungsian. Warga diimbau untuk tidak menumpuk sampah, menggunakan sepatu boots saat berjalan di genangan air, serta cuci tangan dengan sabun.

Masyarakat juga diharapkan segera mendatangi pokso kesehatan atau puskesmas jika merasakan kesehatannya menurun. Sebab jika sejak dini ditangani orang yang menderita penyakit leptospirosis bisa sembuh.

"Kalau demam selama dua hari tidak sembuh segera periksa. Dokter akan mendiagnosa. Karena jika mengalami demam tinggi secara mendadak ada kemungkinan DBD atau leptospirosis," ujarnya.

Selain demam tinggi, penyakit leptospirosis juga ditandai dengan mata merah dan nyeri otot di betis. Bahkan jika tidak segera diobati sampai bisa terjadi kencing merah. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Emanuel Tome Hayon

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top