Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: PLTGU Muara Karang Kembali Beroperasi

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang yang sempat dimatikan karena terendam banjir.Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan dengan dioperasionalkannya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  11:19 WIB

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) kembali mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang yang sempat dimatikan karena terendam banjir.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan dengan dioperasionalkannya PLTGU Muarakarang secara bertahap, gardu induk Budi Kemuliaan dan Kebon Sirih kembali mendapatkan pasokan listrik. Kedua gardu induk itu sebelumnya dipadamkan karena radial mendapatkan pasokan listrik dari PLTGU Muara Karang.

“Tadi malam 1 unit PLTGU 240 mega watt (MW) mulai beroperasi, sehingga pasokan dari pembangkit Muarakarang kini menjadi 530 MW. Siang ini akan ada 1 unit PLTGU 240 MW yang juga akan dioperasionalkan,” katanya melalui siaran pers, Selasa (22/1/2013).

Bambang mengungkapkan PLN sebelumnya memasok listrik ke gardu induk Budi Kemuliaan dan Kebon Sirih dari gardu listrik lain. Akibatnya, suplai listrik di Abdul Muis, Tanah Abang, Bank Indonesia, Merdeka Barat, Thamrin, Kebon Kacang, Petojo, Monas, Jati Baru, Agus Salim, Kebon Sirih, Menteng Raya, Cikini, Kramat Raya, Kwitang, dan Pasar Senen tidak optimal.

Menurutnya,dengan mulai beroperasinya unit pembangkit listrik Muarakarang, maka pasokan listrik ke Jakarta akan berangsur pulih kembali. “Saat ini hanya 196 gardu distribusi yang masih padam, karena gardu dan daerah yang disuplainya itu masih banjir,” ujarnya.

Selain itu, Bambang enjelaskan untuk unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ada di Muara Karang hingga kini dalam proses pemulihan, karena terendam lebih dalam. Hal itu mengakibatkan proses penormalan akan berjalan lebih lama, karena PLN harus melakukan pembersihan, pengeringan dan pengecekan kembali sebelum mengoperasionalkannya.

Direktur Gas dan BBM Suryadi Mardjoeki sebelumnya mengungkapkan pihaknya menyiapkan opsi membakar bahan bakar minyak (BBM) di pembangkit Muara Tawar dan Tanjung Priok. Hal itu dilakukan untuk menahan beban puncak konsumsi listrik selama PLTGU Muarakarang belum bekerja maksimal. (bas)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top