Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILKADA SULSEL: Isyu Makassar akan rusuh Buat Takut Warga Keturunan

News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  22:38 WIB
MAKASSAR-Masyarakat Kota Makassar dari warga keturunan dikabarkan banyak meninggalkan kota ini, menyusul beredarnya isyu Makassar akan rusuh setelah perhitungan pilkada Gubernur Sulsel dilaksanakan pada Selasa (22/1).
 
Sejumlah warga keturunan China yang cukup dominan di Kota Makassar memilih untuk ke Bali dan Surabaya  berlibur karena khawatir jika proses pilkada tidak berlangsung baik dan pada akhirnya  terjadi keributan.
 
Meski rumors ini tidak benar adanya, namun warga keturunan di Makassar sangat trauma sebab aksi-aksi anarkisme sudah terjadi dalam proses kampanye Pilkada Sulsel.
 
Menurut laporan  aktivitas bisnis seperti di pusat-pusat komunitas keturunan di Makassar akan sepi seperti di Jln. Sulawesi, Irian, dan Sumba Oppu. Sebagian pemilih toko memilih untuk menutup aktivitas usahanya sampai kondisi dipastikan akan berlangsung aman pasca pemilihan besok.
 
"Isyu yang beredar sangat menghawatirkan kami warga keturunan yang berdomisili di Makassar. Mungkin banyak yang takut ke TPS dan bahkan memilih untuk mengungsi dulu ke lokasi-lokasi yang dikhawatirkan menjadi sasaran kerusuhan," kata seorang warga keturunan yang enggan disebut jati dirinya.
 
Isyu Makassar akan rusuh sangat menganggu Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang juga kandidat calon gubernur Sulsel 2013-2018.
"Kalau ada yang bilang Makassar akan rusuh karena Pilkada itu sengaja dihembuskan  orang-orang tidak bertanggungjawab. Saya sudah menyatakan Makassar Insya Allah aman," kata Walikota Makassar, Senin (21/1).
 
Dia mengemukakan proses pilkada Gubernur Sulsel yang sudah menguras energi tidak akan rusuh jika masyarakat bisa menahan diri untuk menghadapi hasil pilkada nantinya.
 
"Saya sebagai walikota menghimbau agar masyarakat jangan mudah terpancing isyu-isyu yang tersebut. Jalani saja proses pilkada dan datang ke TPS untuk mencoblos," paparnya. (faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur & M. Noor Korompot

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top