Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AQUAFARM NUSANTARA Bangun 2 Pabrik Baru

MEDAN—Perusahaan pengolahan ikan asal Swiss PT Aquafarm Nusantara menyiapkan investasi sekitar US$6 juta untuk pembangunan dan pengembangan dua pabrik baru di Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Januari 2013  |  20:01 WIB

MEDAN—Perusahaan pengolahan ikan asal Swiss PT Aquafarm Nusantara menyiapkan investasi sekitar US$6 juta untuk pembangunan dan pengembangan dua pabrik baru di Indonesia.

Yakni membangun pabrik di Semarang, Jawa Tengah untuk menggantikan pabrik yang terdahulu dengan investasi US$4 juta, dan pengembangan pabrik di Serdang Berdagai, Sumatera Utara dengan kebutuhan pendanaan US$2 juta.

Direktur Utama PT Aquafarm Nusantara Freek Huskens mengatakan investasi yang dikeluarkan tersebut berasal dari dana internal perusahaan. “Kami akan ekspansi pabrik tahun ini di Sumut up grade pabrik dan Jawa Tengah bangun baru untuk mengolah produksi ikan, siapkan dana US$6 juta,” ujarnya hari ini, Senin (21/1/2013).

Menurutnya, sebagian besar produksi ikan Aquafarm berada di Sumatera Utara dengan kapasitas 25.000 ton per tahun sedangkan pabrik di Semarang hanya sekitar 10.000 ton padahal awalnya perusahaan yang ke Indonesia sejak 1998 ini diundang investasi dengan terlebih dahulu masuk ke Jateng. Hingga saat ini Aquafarm telah mengeluarkan investasi sekitar US$30 juta untuk modal kerja dan pengembangan perusahaan.

“Pabrik kami ada dua, pertama kali bangun di Semarang, sekarang titik berat di Sumatera Utara,” ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar Swiss Heinz Walker-Nederkoorn mengatakan potensi perikanan di Indonesia cukup besar terutama untuk ikan nila yang diolah PT Aquafarm Nusantara.

Swiss dengan Departemen Perikanan akan mendorong Aquafarm untuk memproduksi dengan cara yang berkelanjutan sehingga dapat mencapai atau memenuhi standar yang tinggi sebab hal tersebut merupakan persyaratan ekspor ke Eropa dan AS.

Menurutnya, karena sebagian besar produk ikan ini di ekspor maka harus memenuhi standar yang tinggi sehingga dapat diterima di pasar ekspor. “Mereka punya standar tinggi, keberhasilan ini bisa direplikasi sehingga dapat meningkatkan potensi perikanan di Indonesia,”tuturnya dalam kunjungan ke Sumatera Utara, 21-23 Januari 2013. (JIBI/k10/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani / Tomi Razali

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top