Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APARTEMEN: Pangsa pasar diperkirakan turun 5%

JAKARTA:  Pangsa pasar apartemen di Jakarta diperkirakan turun hingga 5% jika perbankan menaikkan suku bunga kredit pemilikan apartemen 1%.Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), mengatakan kenaikan suku bunga KPR maupun
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  19:31 WIB

JAKARTA:  Pangsa pasar apartemen di Jakarta diperkirakan turun hingga 5% jika perbankan menaikkan suku bunga kredit pemilikan apartemen 1%.

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), mengatakan kenaikan suku bunga KPR maupun KPA tentunya akan memberatkan konsumen, namun pihak perbankan tidak memiliki pilihan lain karena inflasi sudah tinggi dan ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

"Maka dari itu, sangat mungkin ada banyak permintaan apartemen yang tertunda, namun pertumbuhan tetap ada. Tiap perbankan menaikkan suku bunga KPR/KPA 1%, maka pangsa pasar apartemen bisa turun 4%-5%," ujarnya kepada Bisnis, Senin (21/1/2013).

Dia memprediksi pertumbuhan pasar apartemen atau kondominium kelas menengah tahun ini berkisar 20% hingga 25%.

Menurutnya, sebenarnya kenaikan suku bunga KPR/KPA ini masih bisa ditunda hingga akhir tahun, karena tahun ini yang banyak masuk pasar adalah segmen menengah.

Luke Rowe, Head of Residential Sales Jones Lang Lasalle Indonesia, mengatakan sepanjang tahun lalu, penjualan kondominium strata title di pasar primer mencapai lebih dari 12.700 unit, lebih tinggi dibandingkan dengan puncak pertumbuhan pasar pada 2005.

"Hal ini didorong oleh tingginya permintaan akan hunian di dalam kota dari kalangan end user maupun investor, dan ditunjang pula oleh suku bunga kredit yang rendah," terangnya.

Sebagai gambaran bahwa permintaan apartemen kelas menengah semakin diminati, perusahaan riset dan konsultasi properti itu mencatat pada kuartal IV/2012, dari total 4.500 unit kondominium strata title yang terjual di Jakarta, 55% diantaranya merupakan segmen menengah.

Proyek kondominium baru yang diluncurkan tahun lalu juga didominasi segmen menengah, dengan jumlah 5.147 unit, sementara segmen bawah 4.913 unit, dan atas 1.805 unit.

Selain aktif dalam meluncurkan proyek baru, pengembang juga agresif dalam meningkatkan harga jual seiring dengan kenaikan tingkat penjualan mereka.

Menurut Luke, rerata harga kondominiumdi Jakarta naik 21% sepanjang Januari-Desember 2012.   (ra)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top