Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: PU Akan Bangun Sodetan Ciliwung Sepanjang 2,1 KM

JAKARTA--Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan pihaknya akan membangun sodetan  sepanjang 2,1 km  dari sungai Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur. PU menargetkan penyerjaan itu dapat selesai dalam 2 bulan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Januari 2013  |  08:15 WIB

JAKARTA--Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan pihaknya akan membangun sodetan  sepanjang 2,1 km  dari sungai Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur. PU menargetkan penyerjaan itu dapat selesai dalam 2 bulan.



Anggaran untuk pembangunan sodetan itu diperkirakan Rp500 miliar -700 miliar yang akan dialokasikan dari sisa lelang ataupun APBNP tahun ini.

Trase sudetan yang berbentuk terowongan tersebut akan menghubungkan Sungai Ciliwung dari berada di belakang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Otista melewati Jalan Otista 3 hingga tembus KBT. Pembebasan lahan akan diusahakan seminimal mungkin karena sudetan akan berada dibawah jalan raya yang ada.


“Karena meskipun di Ciliwung dan Pesangrahan banjir, ternyata KBT longgar” ujar Djoko, dalam siaran pers yang siterima Bisnis, Jumat (18/1/2013).



Sementara untuk banjir yang terjadi di Kelapa Gading, pihak PU menjelaskan banjir setinggi 30 cm itu disebabkan oleh hujan deras dan tersumbatnya drainase sekitar Kelapa Gading.

Sebab air di Sungai Sunter dan Cipinang yang biasanya menjadi penyebab banjir di Kelapa Gading situasinya normal karena air masuk ke BKT. Beberapa kelurahan lain yang sebelumnya juga menjadi langganan banjir lainnya seperti Cipinang  dan Pondok Kelapa juga tidak mengalami banjir.



BKT yang memiliki panjang 23,5 Km menampung aliran air Sungai Ciliwung, Sungai Cipinang, Sungai Sunter, Sungai Buaran, Sungai Jati Kramat, dan Sungai Cakung.

Daerah tangkapan air (catchment area) KBT seluas lebih kurang 207 kilometer persegi atau sekitar 20.700 hektare yang berada di 13 kelurahan (2 di Jakarta Utara dan 11 di Jakarta Timur. 



Djoko juga menyebutkan  bahwa Bendung Katulampa di Bogor tidak memiliki fungsi untuk tanggulangi banjir tapi hanya sebagai stasiun pemantauan muka air sehingga bisa diprediksi jumlah air dan waktu yang dibutuhkan air dari Bogor akan sampai di Jakarta. (if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Thomas Mola

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top