Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Marinir Butuh Pompa Air, Warga Butuh Obat

JAKARTA--Proses evakuasi korban banjir di sejumlah wilayah Jakarta masih berjalan. Meski demikian tim di lapangan memerlukan tambahan peralatan dan warga perlu obat-obatan guna menunjang stamina.Letda Marinir Tatag Ahmad Hidayat yang bertugas di kawasan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Januari 2013  |  11:28 WIB

JAKARTA--Proses evakuasi korban banjir di sejumlah wilayah Jakarta masih berjalan. Meski demikian tim di lapangan memerlukan tambahan peralatan dan warga perlu obat-obatan guna menunjang stamina.

Letda Marinir Tatag Ahmad Hidayat yang bertugas di kawasan Pengadegan, Pancoran menguraikan tiga rukun tangga (RT) di kawasan itu masih terendam air. Ketinggian permukaan air bervariasi namun ada yang mencapai 100 sentimeter.

"Kami hari ini (Jumat) menguras sejumlah genangan karena air bercampur dengan limbah kamar mandi," katanya, Jumat (18/1).

Kawasan Pengadegan merupakan daerah aliran Sungai Ciliwung dari aliran Kalibata. Air di daerah itu diamankan tanggul, meski demikian kini kondisinya rawan ambrol.

Tatag menguraikan ancaman ambrol itu memaksa marinir dan warga memindahkan warga yang semula mengungsi di GOR setempat. Saat ini lebih dari 100 warga terkonsentrasi di madrasah di kawasan setempat.

Dukungan logistik bagi pengungsi, kata dia, sejauh ini masih aman. "Tapi kondisi mereka menurun setelah beberapa hari kehujanan. Mereka sebagian meriang, butuh obat penunjang daya tahan tubuh," tegasnya.

Adapun guna mempercepat pengeringan genangan air, tim marinir berjumlah 12 orang itu memerlukan dukungan alat berupa pompa air. "Saat ini kami mengoperasikan satu, tapi hanya mampu dioperasikan lima jam. Butuh pompa lebih banyak lagi," tegasnya.

Sementara di lokasi lain, tim marinir di daerah Tebet masih mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Lettu Marinir Yanuar Batu Bara mengatakan banyak warga bertahan di rumah dan akhirnya terjebak banjir saat air meninggi.

"Ketinggian 180 cm - 200 cm, tapi masih aman terkendali," jelas pemimpin tim yang dilengkapi dua perahu karet itu. (spr)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Miftahul Ulum

Editor : Sylviana Pravita RKN

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top