Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENJUALAN MOBIL: TAM Bidik 69.000 Unit Dari Pasar Sumatra

MEDAN--PT Toyota Astra Motor membidik penjualan 69.300 unit kendaraan roda empat di Pulau Sumatra atau sekitar 42% dari market share yang pada tahun ini diperkirakan mencapai 165.000 unit.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Januari 2013  |  13:21 WIB

MEDAN--PT Toyota Astra Motor membidik penjualan 69.300 unit kendaraan roda empat di Pulau Sumatra atau sekitar 42% dari market share yang pada tahun ini diperkirakan mencapai 165.000 unit.

Operational Manager Wilayah Sumatera Toyota Hendra Purnawan mengatakan pasar untuk penjualan mobil di Sumatera pada tahun ini diperkirakan  mengalami kenaikan 28,9% dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 128.000 unit.

“Pasar untuk penjualan mobil di Sumatera tahun ini diperkirakan mencapai 165.000 unit, kami ingin menguasai sekitar 42% dari total penjualan tersebut,” ucapnya kepada Bisnis, Kamis (17/1).

Dia mengatakan provinsi Sumatera Utara dinilai yang paling potensial dengan memberi kontribusi sekitar 33% dari total seluruh penjualan mobil di Pulau Sumatera yakni mencapai angka 22.968 unit.

Menurutnya, total penjualan yang ditargetkan tersebut sekitar 52,2% dari pasar mobil di Sumut yang diperkirakan mencapai 44.000 unit.  “Pasar mobil di Sumut tahun ini meningkat dari 35.000 menjadi 44.000 unit, dari situ kami memibidik 52,2% pasar yang ada di Sumut,” tuturnya.

Hendra mengatakan bahwa mobil yang masih menjadi andalan untuk penjualan di Sumatera Utara ialah yang berjenis MPV seperti Inova dan Avanza.

Dia juga memperkirakan produksi mobil murah dan ramah lingukungan Astra Toyota Agya yang akan dipasarkan tahun ini juga berkontribusi cukup besar untuk penjualan pada jenis mobil compact. “Agya ini bisa berperan besar dan bisa diterima di kelas menengah bawah.”


Menurutnya penjualan mobil di Sumut ini sangat bergantung dengan kondisi penjualan komoditas seperti kelapa sawit. “Penjualan tidak flat, bulan-bulan Juli, Agustus market lebih kecil seiring dengan kondisi penjualan sawit, akan meningkat lagi di bulan November dan Desember.” (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani & Heru Rahmad Kurnia

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top