Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CUACA BURUK : Semarang Kekurangan Pasok Ikan Asin Dari Nelayan

SEMARANG – Kota Semarang kekurangan pasokan ikan laut hingga 80% akibat minimnya suplay dari nelayan lokal dikarenakan sejak dua minggu terakhir tidak berani melaut gara-gara gelombang tinggi di perairan Laut Jawa Pantura.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  15:08 WIB

SEMARANG – Kota Semarang kekurangan pasokan ikan laut hingga 80% akibat minimnya suplay dari nelayan lokal dikarenakan sejak dua minggu terakhir tidak berani melaut gara-gara gelombang tinggi di perairan Laut Jawa Pantura.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha PPI Tambaklorok Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Jayadi Kusuma mengatakan sejak setengah bulan ini hampir 90% dari 1408 nelayan di Kota Semarang tidak berani melaut gara-gara cuaca ekstrem di Laut Jawa.

“Akibatnya pasokan ikan laut berkurang drastis. Para nelayan biasanya dapat memasok  100% atau sekitar 5,56 ton sehari, saat ini hanya mampu 15%-20% saja,” tuturnya, kepada Bisnis, Rabu (16/1/2013).

Dia menjelaskan pasokan ikan laut dari nelayan lokal Semarang sepanjang 2012 mencapai sebanyak 2.000 ton/360 hari, atau sekitar 5,56 ton/hari. Sementara konsumsi ikan laut warga Semarang saat ini mencapai 16 kg/kapita/tahun.

“Dari jumlah pasokan sekian itu, dalam kondisi normal, untuk memenuhi kebutuhan para pemilik restoran seafood maupun warung-warung seafood kaki lima di Kota Semarang sekitar 3 ton/hari. Namun saat ini nelayan hanya mampu memasok 15%-20%-nya saja,” ujarnya.

Pihaknya saat ini sedang berusha mendatangkan ikan laut dari daerah lain wilayah lautnya tidak seekstrem di sekitar Semarang, seperti Cilacap, sehingga kemungkinan stoknya masih bisa lebih, agar bisa dikirimkan ke Semarang.

“Namun untuk pemenuhan kebutuhan ikan secara umum, bagi warga Kota Semarang tidak begitu terganggu karena selain suplai ikan laut, juga ada suplai ikan air tawar, dan saat ini tidak ada gangguan,” tuturnya. (k39/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top