Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEKOLAH INTERNASIONAL: Malang pertahankan SMK RSBI

MALANG: Kendati sekolah dengan kategori Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) sudah dihapus namun SMK PGRI 3 Kota Malang tetap mempertahankan status tersebut mengingat 80% lulusannya langsung diserap oleh dunia kerja.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Januari 2013  |  01:08 WIB

MALANG: Kendati sekolah dengan kategori Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) sudah dihapus namun SMK PGRI 3 Kota Malang tetap mempertahankan status tersebut mengingat 80% lulusannya langsung diserap oleh dunia kerja.


Wakil Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Kota Malang Aprianto Sapari mengatakan kendati menyandang sebagai status sekolah RSBI namun SMK PGRI 3 tidak terpengaruh dengan penghapusan RSBI tersebut.


“Mengingat pola RSBI yang kita anut berbeda dengan RSBI sekolah kebanyakan. Sehingga dihapus atau tidaknya RSBI tidak terlalu berpengaruh bagi kami,” katanya, Selasa (15/1).


Pola RSBI di SMK PGRI 3 lebih mengacu pada pendekatan RSBI yang menengah ke bawah. Sehingga kendati menyandang status RSBI namun biaya yang dipatok oleh SMK setempat sangat berbeda jauh dengan sekolah RSBI kebanyakannya.


Di mana biaya yang dipatok yang disebut dengan uang sekolah hanya Rp200.000 per bulan tanpa diembel-embeli dengan biaya lainnya seperti uang gedung misalnya yang jika disekolah lain jumlahnya mencapai jutaan rupiah.

“Kita hanya membebani siswa dengan uang sekolah sebesar Rp200.000 per bulan dan lainnya tidak ada tarikan lagi,” jelas dia.


Sehingga berkaca dari situ kendati biaya murah namun secara sistem RSBI yang ada di SMK PGRI 3 sudah berjalan. Sehingga kendati sudah dinyatakan dihapus namun secara sistem tetap berjalan dan hanya menyesuaikan dengan istilah saja seperti sekolah unggulan atau lainnya.


Di sisi lain SMK PGRI 3 juga mendukung rencana pemerintah yang akan menerapkan ujian nasional digelar saat siswa duduk di kelas dua sedangkan di kelas tiga siswa tinggal prakteknya saja.


“Dengan sistem tersebut maka begitu lulus siswa langsung bisa bekerja karena selama ini siswa mulai magang kerja saat duduk di kelas dua,” ujarnya.


Apalagi lulusan SMK PGRI 3 mayoritas siap kerja. Dari 800 lulusan setiap tahunnya 80% diantaranya begitu lulus langsung diserap dunia kerja sedangkan 20% sisanya adalah melanjutkan kuliah.


Dunia industri yang menjadi mitra SMK PGRI 3 Kota Malang yakni PT. Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk juga menyatakan mendukung rencana pemerintah yang menerapkan ujian nasional dikelas saat siswa duduk di bangku kelas dua.


Kepala Kantor Cabang Alfamart Malang Tri Prasetyo mengatakan selama ini SMK PGRI 3 Kota Malang merupakan sekolah yang masuk dalam program Alfamart Go To Campus sejak 2009.


“Di mana siswa SMK setempat mendapat kesempatan magang dan setelah lulus langsung kami terima bekerja. Dengan sistem ujian nasional digelar saat siswa kelas dua maka begitu kelas tiga mereka tinggal praktek dan setelah lulus langsung bekerja,” tutur dia.


Sementara kalau sistem ujian naisonal digelar saat siswa duduk di kelas tiga terdapat jeda waktu yang cukup panjang dengan waktu siswa melakukan magang kerja, karena magang kerja dilakukan saat siswa duduk di kelas dua. (arh)





 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi'i

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top