Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBIJAKAN RUSUNAWA: Desain dan Luas Bangunan dievaluasi

JAKARTA—Kementerian Perumahan Rakyat mengevaluasi desain ukuran serta luas bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Januari 2013  |  18:49 WIB

JAKARTA—Kementerian Perumahan Rakyat mengevaluasi desain ukuran serta luas bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyampaikan hal tersebut perlu dilakukan agar bangunan vertikal tersebut bisa dibangun lebih banyak dengan pemanfaatan yang maksimal.

"Ukuran luas Rusunawa akan disesuaikan dengan ketersediaan tanah yang ada. Jadi nantinya Rusunawa yang akan dibangun oleh Kemenpera bisa lebih banyak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," ujarnya melalui siaran pernya, Selasa (15/1/2013).

Pasalnya, jelas Djan, luasan tanah yang ada dalam pembangunan rusunawa kadang tidak sesuai dengan ukuran ideal. Satu twin block rusunawa saat ini dibangun di lahan seluas 63x16 m, yang memakan biaya sekitar Rp14 miliar.

Pola yang dikembangkan saat ini adalah membangun rusunawa dengan ukuran yang lebih kecil yakni setengah TB ukuran 32x16 m dan seperempat TB dengan ukuran 32x10 m.

"Jika pembangunan 1 TB Rusunawa ukurannya 63x16 m, tentunya membutuhkan tanah yang cukup luas. Jadi kami akan upayakan agar rusunawa bisa dibangun sesuai dengan luas tanah yang ada," katanya.

Selain itu, desain bangunan yang awalnya setinggi lima lantai juga diusulkan berubah menjadi tiga lantai saja. Hal tersebut didasari dengan harapan rusunawa yang dibangun dapat terhuni 100%.

"Setelah saya meninjau rusunawa  TNI dan Polri, di lantai paling bawah menjadi tempat fasilitas umum tapi di lantai 5 tidak dihuni secara penuh. Sedangkan di markas Kopassus hanya separuh yang terisi di lantai lima,” tutur Djan.(msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Fatia Qanitat

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top