Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BIOGRAFI TOKOH: Taufiq Beberkan Tindakan Represif Rezim Orde Baru

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas hari ini (31/12) meluncurkan buku berisi kisah perjalanan hidupnya termasuk  masa-masa sulit yang dihadapinya di zaman Orde Baru  di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 31 Desember 2012  |  18:20 WIB

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas hari ini (31/12) meluncurkan buku berisi kisah perjalanan hidupnya termasuk  masa-masa sulit yang dihadapinya di zaman Orde Baru  di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Peluncuran buku berjudul “Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam” itu sekaligus sebagai bagian dari perayaan ulang tahun yang ke-70 suami presiden kelima RI, Megawati Sukarnoputri tersebut.

Buku setebal 471 halaman itu berisi suka-duka perjalanan hidup, dimulai masa kecil Taufiq ketika masih masa penjajahan Belanda di Yogyakarta, dan mulai masuk di kancah politik nasional hingga menjadi ketua MPR.

Namun yang tak kalah menariknya Taufiq secara gamblang menjelaskan bagaimana rezim Soeharto melakukan tindakan represif terhadap lawan-lawan politinya termasuk dirinya. Kendati demikian, Taufiq menjelaskan para pimpinan parpol bahu-membahu melawan tindakan represif yang dilakukan aparat pemerintah dan kalangan militer ketika itu.

Akibat aktivitasnya menentang rezim ketika itu, Taufiq pun sempat mendekam di tahanan Kodam Jaya bersama aktivis partai yang juga politisi, Panda Nababan.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR yang juga putri kandung Taufiq, Puan Maharani mengatakan, pembuatan buku biografi itu mendapat dukungan penuh dari Megawati. Dia mengakui dalam beberapa kesempatan, Mega sering bertanya kepada dirinya soal perkembangan penyusunan buku biografi itu.

Sebelum peluncuran buku, 26 Desember 2012 lalu Taufiq telah menyerahkan buku biografinya itu kepada Presiden SBY dan Wapres Boediono. Taufiq mengaku sengaja tidak mengundang SBY dan Boediono karena memang acara itu direncanakan untuk keluarga dan sejumlah kader saja.

Trimedya Panjaitan, yang menjadi ketua panitia peluncuran buku itu mengatakan kondisi kesehatan Taufiq yang belum pulih setelah operasi paru juga menjadi kendala untuk menggelar acara yang penuh protokoler jika harus mengundang presiden dan wakilnya.

Menurutnya, buku tersebut disusun sejak Februari 2012. Pemilihan judul, kata Trimedya, didasarkan kiprah Taufiq Kiemas di partai sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PDIP.  

Selain berisi pemikiran, buku Taufiq juga berisi testimoni 70 orang tokoh nasional termasuk dari tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Selain Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan dua putra Taufik Kiemas, juga hadir di acara itu mantan Presiden BJ Habibie, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan para tokoh nasional lainnya. Istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, dan Ketua MK Mahfud MD juga tampak hadir pada acara itu.

Tidak ketinggalan turut hadir Menkumham Amir Syamsuddin, Menteri UKM Syarif Hasan, mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. (yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top