TAHUN BARU: Pendaki Gunung Merapi Selama Liburan Terus Meningkat

BOYOLALI -- Selama masa liburan sekolah menjelang Tahun Baru 2013 Pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui jalur Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali terus meningkat.
News Editor | 30 Desember 2012 00:00 WIB

BOYOLALI -- Selama masa liburan sekolah menjelang Tahun Baru 2013 Pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui jalur Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali terus meningkat.

Jumlah pendaki ke Merapi hingga Sabtu, sekitar pukul 17.00 WIB diperkirakan lebih dari seratusan lebih atau meningkat dibanding pekan sebelumnya hanya sekitar 75 orang, kata anggota Tim SAR "Barameru" Desa Lencoh, Samsuri, di Boyolali, Sabtu (29/12/2012).

Para pendaki datang dari berbagai daerah antara lain, Solo, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Mereka setibanya di base cam Plalangan mendaftarkan identitasnya sebelum memulai pendakian.

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah pendaki tersebut puncaknya diperkirakan pada malam Tahun Baru 2013 atau Senin (31/12) malam diperkirakan hingga ratusan orang.

"Jumlah pendaki pada malam Tahun Baru sebelum mencapai 500 orang. Mereka menyambut datangnya Tahun Baru di puncak Merapi," katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau para pendaki sebelum melakukan pendakian mempersiapkan perbekalan dan perlengkapn yang cukup selama musim hujan saat ini.

"Pendaki membawa bekal cukup, tenda, jaket tebal, dan jas hujan untuk antisipasi kondisi cuaca di puncak," katanya.

Menurut dia, jika terjadi kabut di puncak dan hujan badai, pihaknya meminta pendaki untuk berhenti pendakian karena hal itu bisa menyesatkan atau salah jalan.

"Kabut tebal jalan pendakian tidak kelihatan, maka pendaki lebih baik berlindung di tenda dan jangan melakukan aktivitas," katanya.

Hal tersebut sempat terjadi terhadap dua mahasiswa asal Yogyakarta yang tersesat dan kehabisan perbekalan sehingga kondisi mereka lemas saat ditemukan SAR.

Namun, dua pendaki tersebut berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari puncak Merapi.

"Dua mahasiswa itu, badan lemas kedinginan di sebelah barat Watu Gajah atau sekitar empat kilometer dari base camp Plalangan. korban ditemukan di pos dua itu, sekitar satu km menuju puncak Merapi," katanya.

Sementara menurut Komandan SAR Boyolali, Fajar Eka Prasetya, pihaknya mengimbau kepada para pendaki agar lebih waspada jika hendak melakukan pendakian ke Merapi. Jika cuaca tidak mendukung lebih baik menunda pendakian.

Karena, kata dia, sejumlah pendaki ada yang lebih senang melakukan pendakian saat terhadi hujan turun, karena kondisi udara justru lebih hangat dibanding cuaca terang.

Ia menjelaskan, dua korban mahasiswa asal Yogyakarta, Fatah (20) dan Mario (19) yang berhasil diselamatkan tersebut tidak bisa turun ke bawah karena terhadang hujan badai di kawasan pos dua jalan pendakian ke puncak Merapi.

Kedua mahasiswa tersebut juga berupaya turun setelah hujan reda, tetapi tetap sulit dilakukan karena terjadi kabut tebal.

"Kedua korban sulit mencari jalan turun, karena kondisi jalur telah berubah setelah terjadi hujan deras di puncak. Keduanya selamat dan dievakuasi ke bawah," katanya. (Antara/Endot Brilliantono)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Reporter 1

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup