Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KISRUH SURIAH: Rusia desak Presiden Bashar al-Assad berunding dengan oposisi

MOSKOW: Rusia, sekutu utama pemerintah Suriah, Jumat mendesak Presiden Bashar al-Assad berunding dengan oposisi.Sementara dari pihak pemberontak menanggapi dingin usul perundingan Moskow tersebut.Tekanan baru terhadap Bashar terjadi ketika Moskow meningkatkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2012  |  15:08 WIB

MOSKOW: Rusia, sekutu utama pemerintah Suriah, Jumat mendesak Presiden Bashar al-Assad berunding dengan oposisi.Sementara dari pihak pemberontak menanggapi dingin usul perundingan Moskow tersebut.Tekanan baru terhadap Bashar terjadi ketika Moskow meningkatkan usahanya untuk menyelamatkan proses perdamaian yang compang-camping itu dengan menjadi tuan rumah pertama seorang utusan penting Damaskus dan kemudian akan melakukan pertemuan dengan penengah perdamaian Suriah Lakhdar Brahimi Sabtu.Rusia juga mengundang ketua kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah untuk berunding di Moskow atau di satu ibu kota regional-- kontak pertama Kremlin dengan satu kelompok yang dibentuk November dan diakui Barat sebagai satu-satunya wakil sah rakyat Suriah.Tetapi Moskow masih menganggap Bashar sebagai pemimpin sah, dan usaha pendekatannya pada lawan pemerintah itu mendapat tanggapan dingin dari ketua Koalisi Nasional Suriah Ahmed Moaz al-Khatib yang menolak undangan ke Moskow, menuduh Rusia melakukan campur tangan."Kami telah mengatakan dengan terus terang bahwa kami tidak akan ke Moskow," kata Khatib kepada stasiun televisi Al-Jazeera."Kami ingin Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta maaf," karena "melakukan campur tangan" dalam urusan dalam negeri Suriah dan penolakan Moskow untuk mengecam "pembunuhan-pembunuhan" yang dilakukan pemerintah itu, katanya."Mereka harus mengeluarkan satu kecaman tegas atas kekejaman pemerintah itu dan seruan tegas bagi pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad, yang merupakan satu syarat bagi dilakukan perundingan-perundingan.Jika syarat-syarat ini tidak dipenuhi, perundingan dapat diselenggarakan dengan Rusia" tetapi hanya di satu negara Arab dan ada satu agenda jelas," katanya.Diplomasi itu dilakukan saat prmerintah melancarkan serangan udara ke kota Al-Safira, selatan kota terbesar kedua Aleppo, yang menewaskan 15 warga sipil, delapan dari mereka anak-anak, kata kelompok pemantau Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.Di Provinsi Deir Ezzor, daerah timur, para petempur pemberontak merebut ladang minyak Tanak di timur ibu kota provinsi itu, kata kelompok pemantau yang bermarkas di Inggris itu.Kelompok itu mengatakan tiga petempur pemberontak juga tewas.Pemberontak menguasai satu daerah luas di timur yang membentang dari dekat kota Ezzor sampai ke perbatasan Irak.Di seluruh negara itu setidaknya 153 orang tewas akibat aksi kekerasan Jumat, 47 orang di antara mereka adalah warga sipil, kata Observatorium itu.Lavrov mengatakan Rusia masih menolak mendukung imbauan internasional terhadap Bashar untuk mundur.Tetapi menlu itu dengan tegas menyatakan bahwa Rusia menginginkan Bashar mengajukan semua opsi setelah 21 bulan aksi kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 45.000 orang."Kami dengan aktif mendorong ... para pemimpin Suriah melaksanakan kesediannya yang telah diutarakannya bagi dialog dengan oposisi," kata Lavrov kepada wartawan menjawab pertanyaan tentang pertemuannya Kamis dengan Wakil Menlu Suriah Faisal Muqdad.Barat tidak memiliki akses langsung pada Bashar dan memerlukan Rusia untuk menyakinkan dia bahwa pemerintahnya tidak akan lama bertahan, hanya menghitung hari saja.Dalam pekan-pekan belakangan ini, Moskow tampaknya menjangga jaraknya dari penguasa sekutu besar terakhirnya di Timur Tengah itu. (Antara/AFP/arh)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top