Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AXA SA: Peringkat Kredit Turun Jadi A-

NEW YORK—Peringkat kredit Axa SA, perusahaan asuransi terbesar di Prancis, dipangkas menjadi A- dari sebelumnya yakni peringkat A. Lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) menilai Axa berada dalam kondisi pasar investasi yang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Desember 2012  |  01:21 WIB

NEW YORK—Peringkat kredit Axa SA, perusahaan asuransi terbesar di Prancis, dipangkas menjadi A- dari sebelumnya yakni peringkat A. Lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) menilai Axa berada dalam kondisi pasar investasi yang tidak terlalu baik dengan prospek ekonomi suram sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan grup AXA. Hal ini terjadi akibat dampak dari krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Eropa. Dalam kondisi krisis, negara-negara di Eropa dipaksa menaikkan pajak dan memangkas pengeluaran sehingga berakibat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, kondisi pasar modal juga tidak stabil sehingga mengurangi imbal hasil investasi. Hal ini berakibat hasil investasi dana kelolaan perusahaan asuransi menjadi tidak maksimal. Menanggapi krisis ekonomi di Eropa, perusahaan yang dipimpin oleh Henri De Castries itu kini mulai merambah ke Asia dan negara-negara berkembang yang dinilai lebih berpotensi ketimbang Eropa atau Amerika. “Resesi yang terus terjadi di Eropa, serta masih cukup tingginya volatilitas di pasar modal tentu saja masih jadi tantangan yang harus dihadapi," ujar S&P dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip Bloomberg, Sabtu (22/12). Helene Caillet, juru bicara Axa, menyatakan tidak berkomentar terhadap pengumuman dari lembaga pemeringkat tersebut. Pada November 2012, Axa mengoreksi target perolehan premi pada 2015 karena melihat pertumbuhan ekonomi yang tidak menguntungkan. Meski demikian, Axa masih optimistis dapat meraih pertumbuhan premi sebesar 5% hingga 10% pertahun. (Farodlilah Muqoddam/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top