Ical vs Akbar Tanjung: Ketum tak beri ruang bikin Golkar terpuruk

JAKARTA - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Ricky Rachmadi mengingatkan Ketua Dewan Petimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung jangan sampai merusak semangat pimpinan, pengurus, kader, dan simpatisan partai dalam memperjuangkan kemenangan Pemilu 2014.
News Editor | 26 Desember 2012 12:02 WIB

JAKARTA - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Ricky Rachmadi mengingatkan Ketua Dewan Petimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung jangan sampai merusak semangat pimpinan, pengurus, kader, dan simpatisan partai dalam memperjuangkan kemenangan Pemilu 2014.

 
"Saya pikir Akbar yang di tahun 1999 jadi tokoh penyelamat Golkar pasti juga tidak ingin Golkar kalah di tahun 2014," kata Ricky di Jakarta, Rabu, soal kontroversi surat Akbar untuk Aburizal Bakrie.
 
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung baru-baru ini berkirim surat untuk Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie antara lain berisi pesan agar Aburizal Bakrie meningkatkan elektabilitasnya selaku calon Presiden dari partai itu sebelum Juli 2013..
 
Wasekjen Partai Golkar bidang Hukum dan HAM Ricky Rachmadi menegaskan bahwa Aburizal Bakrie alias Ical secara resmi telah ditetapkan sebagai calon presiden dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar beberapa bulan lalu.
 
Perbedaan pendapat Akbar Tandjung tentang calon presiden, menurut Ricky, jangan sampai merusak semangat juang kader Golkar untuk menjadi pemenang pada Pemilu 2014.
 
Ricky menegaskan Partai Golkar hanya mungkin melahirkan Presiden terpilih jika menang Pemilu. " "Sasaran minimal 20%n suara bukan soal mudah. Memerlukan konsentrasi, persatuan tekad dan kerja keras bersama untuk perjuangan memenangkan Pemilu 2014," katanya.
 
Ricky yang juga Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957 menyatakan sangat disayangkan jika perbedaan pandangan tentang calon presiden itu jadi wacana di media massa.
 
"Ini ibarat membocorkan perahu dengan paku, lama-lama air merembes masuk perahu dan menenggelamkan semua penumpangnya," katanya. Dengan demikian, katanya, tidak ada yang menang kecuali yang bertepuk tangan adalah mereka yang ingin melihat Partai Golkar kalah.
 
Ricky mengimbau Akbar agar menyelesaikan perbedaan tersebut sebagai persoalan internal Partai Golkar dengan mekanisme yang sesuai ketentuan.
 
"Ketua Umum Pak Ical pasti memberikan ruang bagi perbedaan pandangan tetapi tidak mentolerir semua upaya untuk membuat Golkar terpuruk," katanya.
 
Ricky mengajak semua pimpinan, kader, anggota dan simpatisan Partai Golkar fokus pada pemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2014.
 
Tanpa perolehan suara minimal 20% tak mungkin Presiden dapat lahir dari partai Golkar. "Ini dua sisi dari mata uang yang sama," katanya. (faa)
 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup