Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TABUNGAN PENDIDIKAN Plus Investasi

JAKARTA—Bagi Anda yang mungkin baru memiliki momongan, pasti sedang merasakan kegembiraan yang tiada tara melihat hadirnya malaikat kecil yang memberi warna baru dalam kehidupan keluarga.
Djony Edward
Djony Edward - Bisnis.com 25 Desember 2012  |  05:02 WIB

JAKARTA—Bagi Anda yang mungkin baru memiliki momongan, pasti sedang merasakan kegembiraan yang tiada tara melihat hadirnya malaikat kecil yang memberi warna baru dalam kehidupan keluarga.

Hampir semua kebutuhan dan perhatian bahkan ditempatkan untuk memenuhi seluruh keperluan si buah hati. Ketika buah hati masih berusia kurang dari setahun, barangkali orangtua belum terlalu memikirkan kebutuhan sekolah atau pendidikannya.

Kebutuhan pendidikan baru benar-benar menjadi perhatian utama, tatkala anak sudahmulai masuk playgroup atau saat usianya menginjak 3 tahun lebih.

Idealnya, menyiapkan biaya pendidikan bagi sang buah hati perlu disiapkan sejak dini. Alasannya sederhana saja. Biaya pendidikan di Indonesia berdasarkan data berbagai sumber setiap tahun rata-rata naik antara 10% dan 20%. Kenaikan ini tak bisa dielakkan.

Ekonomi negara yang setiap tahun mengalami pertumbuhan menjadi salah satu indikator awal, bahwa potensi biaya pendidikan juga akan terus bergerak naik.

“Karena ekonomi naik, otomatis kita butuh SDM [sumber daya manusia] yang berkualitas. SDM berkualitas perlu ditunjang oleh pendidikan yang berkualitas juga. Nah, pendidikan berkualitas itu mahal,” ujar Consumer Liabilities PT Bank CIMB Niaga, Steve Suyanto.

Agar kebutuhan dana pendidikan anak saat memasuki sekolah dasar (SD) maupun jenjang perguruaan tinggi dapat terpenuhi, lebih baik setiap orang tua menyiapkan ‘payung’ supaya siap mengantisipasi besarnya anggaran pendidikan masa depan.

Menurut Steve, langkah proteksi tersebut dapat dilakukan dengan menyiapkan tabungan khusus pendidikan bagi sang anak.

Tabungan pendidikan ini merupakan produk yang dimiliki hampir setiap perbankan di Indonesia. Agar tabungan pendidikan tidak bercampur dengan dana kebutuhan sehari-hari, perbankan dapat melakukan pemotongan secara otomatis dari rekening yang kita punya.

Dengan kata lain, kita benar-benar ‘dipaksa’ menabung untuk memenuhi rencana pendidikan masa depan buah hati kita.

“Tabungan pendidikan memastikan kita memiliki simpanan dalam jangka waktu tertentu dengan setoran bulanan yang dapat langsung di auto debet,” kata Steve.

Kombinasi Investasi

Model tabungan pendidikan dapat pula dikombinasikan dengan investasi. Dengan demikian, selain target dana pendidikan terpenuhi, kita juga dapat memperoleh imbal hasil dari investasi yang dilakukan.

Komposisi antara tabungan pendidikan dan investasi dapat dipilih sesuai dengan profil dan risiko investasi yang dinginkan nasabah. Misalnya, total setoran bulanan sebesar Rp1 juta dengan pilihan 25% untuk tabungan pendidikan dan 75% untuk investasi.

Pilihan lain dapat pula 50% yang masing-masing untuk tabungan pendidikan maupun investasi.Berdasarkan ilustrasi yang dimiliki Bank CIMB Niaga, apabila kita memilih komposisi 50% ini target dana yang dapat diperoleh untuk jangka waktu 10 tahun diperkirakan mencapai Rp194 juta.

Dalam mengkombinasikan dana pendidikan dan investasi ini, kita perlu menekankan kepada diri sendiri bahwa dana yang disiapkan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan. Artinya, apabila imbal hasil investasi tidak sesuai dengan target awal kita, tentu saja hal tersebutperlu disadari.

Perencana keuangan Endy Kurniawan menuturkan ketika membeli produk tabungan, baik tabungan pendidikan, tabungan rencana, maupun yang lainnya,setiap orang memiliki target terhadap rencana masa depannya.

Apabila kebutuhan yang disiapkan untuk kebutuhan anak, menurut Endy, sebaiknya orang tua menyiapkan berupa tabungan atau investasi sebagai persiapan masa depannya, misalnyadengan produk tabungan rencana maupun investasi emas.

Misalnya ada tawaran bundling antara investasi dan produk tabungan atau lainnya, dia melihat kecenderungan imbal hasil atau return yang dihasilkan kurang menarik dari sisi investasi.

“Ini wajar, karena fungsi utama bukanlah untuk mendapatkan return yang memadai darisisi investasi,” ungkapnya.

Meski demikian, menyiapkan pendidikan bagi sang buah hati perlu dimulai sejak dini, kalau perlu dari sekarang juga. (sut) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top