Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR: Ratusan hektare tanaman produktif di Siak terendam

PEKANBARU: Ratusan hektare tanaman produktif di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, terendam banjir sehingga petani setempat dikhawatirkan tidak dapat memanennya."Kami khawatir saja, tanaman palawija tidak dapat panen karena terendam air,"
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Desember 2012  |  06:08 WIB

PEKANBARU: Ratusan hektare tanaman produktif di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, terendam banjir sehingga petani setempat dikhawatirkan tidak dapat memanennya."Kami khawatir saja, tanaman palawija tidak dapat panen karena terendam air," kata seorang petani Desa Buantan Besar, Kabupaten Siak, Nafanran (39), ketika dihubungi dari Pekanbaru, Minggu.Dia mengatakan bahwa tanaman padi terendam air sejak empat hari terakhir.Biasanya, katanya, kalau banjir sudah lebih dari lima atau enam hari, maka tanaman palawija langsung mati.Banjir yang melanda Kecamatan Siak dengan kondisi yang lebih parah di Desa Buantan Besar, menyebabkan ratusan rumah penduduk terendam air dengan ketinggian mencapai 1,4 meter.Hamparan tanaman produktif di Desa Buantan Besar, berupa aneka sayuran seperti bayam, kacang panjang, jagung, dan singkong yang mendekati panen, terancam mati.Rumah warga Buantan Besar terendam air, sedangkan penghuni mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga."Tidak mungkin bertahan dalam rumah karena air sudah mencapai 1,10 meter, maka jalan terbaik adalah mengungsi menunggu air bah surut," kata seorang warga RT01 RW02, Desa Buantan Besar, Siak, Ny. Misnawati (39).Ia mengatakan bahwa anak dan mertuanya sudah diungsikan ke rumah keluarga di Kecamatan Minas hingga menunggu air surut.Banjir di Kecamatan Siak itu akibat meluapnya air Sungai Siak dan anak sungai lainnya, serta saluran pembuang tertutup sampah dan lumpur.Bupati Siak Syamsuar memerintahkan aparat Dinas Pekerjaan Umum untuk mengeruk endapan di saluran pembuang tersebut dengan mengunakan alat berat agar air menuju Sungai Siak menjadi lancar.Hujan deras menyebabkan debit air terus bertambah dan alirannya tersendat hingga ke hulu. (Antara/arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top