HARI IBU: Seimbangkan Kesibukan Karir Dengan Kewajiban Rumah Tangga

JAKARTA-Kaum perempuan patut bersyukur karena saat ini mendapat ruang ekspresi yang lebih luas baik di sektor usaha, politik, eksekutif, legislatif hingga organisasi.
Adhitya Noviardi | 22 Desember 2012 09:16 WIB

JAKARTA-Kaum perempuan patut bersyukur karena saat ini mendapat ruang ekspresi yang lebih luas baik di sektor usaha, politik, eksekutif, legislatif hingga organisasi.

“Terutama di sektor  bisnis. Mulai dari bidang informal seperti bakul jamu hingga pengusaha besar. Kalangan perempuan itu pintar-pintar. Menurut sebuah survei, tujuh dari 10 orang pintar adalah perempuan,” kata Suryani S. Motik, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mengomentari Peringatan Hari Ibu yang jatuh hari ini (22/12).

Baginya seorang ibu adalah sosok yang utama dalam rumah, dan menjadi role model bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, perempuan sebaiknya memiliki pendidikan.

“Seorang perempuan harus mengutamakan pendidikan dan terus belajar. Bila dia berpendidikan, kelak anak-anak yang akan dilahirkannya juga akan berpendidikan, dan dibesarkan dalam lingkungan yang terdidik,” ungkap ibu dua orang anak ini.

Perempuan yang berpendidikan, ujarnya,  akan mendidik anak-anaknya lebih baik dari ibu yang tidak bersekolah. “Jadi, penerus bangsa ini akan tercipta dan dibesarkan oleh ibu-ibu yang terdidik. Jadikan pendidikan nomor satu dalam hidup ini,” tambahnya.

Menurut mantan Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) dua periode (1997-2007) ini, sebaiknya kaum perempuan memanfaatkan situasi yang sudah membaik seperti sekarang ini, untuk lebih mengeksplor dirinya.

“Perempuan hendaknya menggali potensi apa yang ada di dalam dirinya. Kemudian mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan bangsa,” ungkap Women Leaders Network (WLN)-Chair of Development for Women in SME in Indonesia ini.

Dia menuturkan perempuan sekarang ini tidak bisa hanya berpangkutangan saja, tetapi harus aktif. “Namun, walau aktif dan sibuk dalam berkarir atau berbisnis, serta beroganisasi, perempuan tetap tidak boleh melupakan kodratnya sebagai seorang ibu dan istri. Tetap bisa menyeimbangkan kegiatan rumah tangga dan pekerjaan,” nasihatnya. (yus)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup