Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KURIKULUM 2013: Tekankan Siswa Kreatif dan Inovatif

PONTIANAK--Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Alexius Akim mengatakan kurikulum 2013 menekankan pada siswa kreatif dan inovatif untuk menopang pembangunan, apalagi kemajuan iptek semakin hari semakin meningkat. 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Desember 2012  |  10:03 WIB

PONTIANAK--Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Alexius Akim mengatakan kurikulum 2013 menekankan pada siswa kreatif dan inovatif untuk menopang pembangunan, apalagi kemajuan iptek semakin hari semakin meningkat. 

“Harus dibarengi dengan kurikulum yang agak khusus. Kurikulum ini memberikan arah dan kebijakan bagaimana guru melakukan tupoksinya dalam membentuk siswa menjadi sumber daya manusia yang kuat,” kata Alexius, Sabtu (22/12/2012).Menurutnya, yang terpenting bagaimana kesiapan guru, pemerintah dan infrastruktur. Semuanya melalui uji publik akan ada berbagai masukan. “Jangan sampai kita salah melakukan, mengkaji dan memberikan arahan dan berakibat fatal. Nah, nanti dalam kurikulum 2013 sekitar 50% berkembang. Ada mata pelajaran yang perlu diintegrasikan ya diintegrasikan. Kalau tetap, ya tetap,” tegasnya.Alexius juga mengatakan guru mengajarkan geografi tentang gunung. Lalu gunung itu ada air mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah itu masuk ke IPA. Siapa menciptakan gunung itu sudah masuk mata pelajaran Agama. 

Menurutnya, hal seperti itu banyak terjadi yang sebaiknya disatukan saja. Pengetahuan yang utuh oleh anak lebih baik. Selama ini masih tersendiri dan terlalu boros. Itu yang dimaksudkan dengan pembelajaran intensif dan teruntegrasi.Nanti setelah dilakukan uji publik, lanjut Alexius,  baru sosialisasinya kepada para guru dan pengelola pendidikan. Termasuk infrastruktur sekolah dan buku akan diperbaharui. Semuanya akan mengalami perubahan. Sejauh ini proses pematangan untuk perubahan kurikulum 2013 sudah memasuki tahap ke tiga yaitu uji publik. Uji publik ini untuk menjaring pendapat dan masukan dari berbagai pihak. Setelah itu barulah diputuskan seperti apa model kurikulum 2013 tersebut.Utusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ana Suhaenah Suparno mengatakan kurikulum 2013 menekankan kepada siswa aktif. Tetapi tidak hanya dalam proses, tetapi juga ada tagihannya. “Untuk keterampilan berpikir, yang ditagih bagaimana mereka bisa menganalisis, mengklasifikasi, membuat generalisasi. Bagaimana siswa dikondisikan seperti ilmuan-ilmuan bekerja,” kata Ana saat uji publik kurikulum 2013 di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar.Ana menjelaskan selain kreatif dan inovatif juga pendidikan karakter. Jadi, semuanya akan terintegrasi menjadi satu. Dia mencontohkan, budi pekerti dan karakter harus diintegrasikan ke semua program studi. Selama ini pihaknya terus berasumsi sebenarnya sama antara anak yang ada di kota atau di desa. Hanya tidak diberi kesempatan untuk ditrigger  atau disimulasi sehingga potensi mereka maksimal. Pihaknya sudah mengunjungi beberapa daearah terpencil seperti di NTT dan hasilnya sama. Kalau tidak diransang kognitif anak atau siswa tidak akan berkembang.Guru Besar Universitas Negeri Jakarta ini menjelaskan yang terpenting adalah bagaimana merangsang siswa dari awal. Bahkan mulai dari PAUD. “Kuncinya adalah kesiapan pada guru. Kalau ada empat yang penting. Nomor satu guru, dua guru, tiga guru, dan empat guru. Begitu pentingnya kemampuan seorang guru,” jelas Ana.Ana menuturkan guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru. Karena hal itu ada efek dominonya. “Peningkatan-peningkatan kecakapan profesionalisme mereka harus secara terus menerus. Kalau di Singapura sudah 100 jam dalam se tahun guru berhak mendapatkan pelatihan,” katanya. Sementara di Indonesia, tagihannya hanya mendapat sertifikat. Padahal harus dievaluasi hasil dari pelatihan guru.Sekarang pihaknya masih fokus untuk kurikulum jenjang SD hingga SMA/SMK. Sementara tingkat Perguruan Tinggi masih belum. (K46)  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top