PRO INVESTASI: Kudus dapat penghargaan pro investasi

KUDUS – Kabupaten Kudus, kembali meraih penghargaan bidang investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jateng setelah pada 2007 dan 2010 juga mendapatkan penghargaan serupa.
News Editor | 21 Desember 2012 16:28 WIB

KUDUS – Kabupaten Kudus, kembali meraih penghargaan bidang investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jateng setelah pada 2007 dan 2010 juga mendapatkan penghargaan serupa.

“Untuk 2012, Kudus mendapatkan peringkat ke lima dalam survei invetasi 2012 di Jateng,” kata Pelaksana tugas Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kudus Eko Djumartono didampingi Kasi Penanaman Modal Aryanto di Kudus, Kamis (20/12/2012).

Penilaian di bidang investasi di Jateng tersebut, diselenggarakan oleh Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jateng bekerja sama dengan Kantor Bank Indonesia Wilayah Jateng dan DIY, Lembaga Pengembangan Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Regional di bawah Kementerian Republik Federal Jerman (GIZ RED) Jateng, dan Budi Santoso Foundation.

Selain menerima piagam dan penghargaan, katanya, Kudus juga mendapatkan hadiah satu unit LCD projector.

Menurut Eko penghargaan yang diterima Kudus pada 2007 yakni terkait potret iklim bisnis, 2010 terkait potret daya saing, dan 2012 terkait potret investasi.

“Pada 2011 terkait responsivitas, Kudus gagal meraih penghargaan di bidang investasi tersebut,” ujarnya.

Penilaiannya, kata dia, dimulai sejak awal 2012 dan pengumumannya pada akhir 2012.

Adapun indikator penilaiannya, meliputi rerata penilaian daya tarik investasi, penilaian pembangunan dan perawatan infrastruktur, konsistensi perilaku pejabat pemerintah, kebutuhan terhadap biaya tidak resmi, rencana perluasan usaha, kesesuaian kinerja investasi dengan harapan, jumlah regulasi yang menghambat investasi, dan efisiensi proses layanan perizinan.

Selain itu, terdapat penilaian soal rerata kualitas layanan pra-investasi yang penting, rerata penggunaan layanan pasca-investasi yang penting, kepuasan pengusaha terhadap kinerja kabupaten/kota, kapasitas petugas pelayanan dan perizinan investasi, pertumbuhan kredit modal kerja, pertumbuhan kredit investasi dan pertumbuhan biaya modal kabupaten/kota.

Dari lima belas indikator penilaian tersebut, Kudus meraih penilaian positif dan masuk lima besar pada delapan indikator.

Kedelapan indikator tersebut, yakni rerata penilaian daya tarik investasi, penilaian pembangunan dan perawatan infrastruktur, konsistensi perilaku pejabat pemerintah, kebutuhan terhadap biaya tidak resmi, rencana perluasan usaha, kesesuaian kinerja investasi dengan harapan, efisiensi proses layanan perizinan, dan pertumbuhan kredit investasi.

Ia mengatakan, penghargaan di bidang investasi tersebut, diterima Rabu (19/12/2012) di Semarang bersama kabupaten/kota lain di Jateng yang juga menerima penghargaan serupa.

Peringkat pertama, yakni Kabupaten Wonosobo, disusul Kota Pekalongan, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Brebes, dan peringkat kelima Kabupaten Kudus.

Dengan adanya penghargaan tersebut, dia berharap, tingkat investasi di Kudus bisa ditingkatkan.

Sejauh ini, kata dia, kualitas pelayanan mulai ditingkatkan, termasuk setiap mengurus surat perizinan selalu diupayakan selesai sebelum batas maksimal yang ditetapkan.

Adapun jenis pelayanan perizinan melalui KPPT Kudus, yakni izin lokasi, perubahan tanah pertanian menjadi nonpertanian, izin mendirikan bangunan (IMB), izin gangguan (HO), izin usaha industri (IUI), tanda daftar industri (TDI), izin perluasan industri (IPI), surat izin usaha perdagangan (SIUP), dan tanda daftar perusahaan (TDP).

KPPT Kudus juga membebaskan biaya untuk sejumlah perizinan, kecuali IMB dan HO. (Antara/Endot Brilliantono)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Reporter 1

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup