MS HIDAYAT: Pemerintah Tunda Investasi Untuk Kendaraan Kecil

NEW DELHI: Pemerintah tengah menyiapkan lima produsen otomotif lokal untuk bisa bersaing dalam memproduksi kendaraan penumpang berukuran di bawah 900 cc sebelum membuka pintu bagi investasi asing baru.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2012  |  13:53 WIB

NEW DELHI: Pemerintah tengah menyiapkan lima produsen otomotif lokal untuk bisa bersaing dalam memproduksi kendaraan penumpang berukuran di bawah 900 cc sebelum membuka pintu bagi investasi asing baru.

 
 
Kebijakan ini terkait perundingan kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-India (AIFTA) di sektor jasa dan investasi.
 
"Khusus untuk industri otomotif  dengan cc kecil di bawah 900 cc, saya masih menunda perundingannya karena saya sedang mengutamakan beberapa produsen nasional. Saya minta dalam enam bulan ke depan saya beri kesempatan paling tidak lima produsen nasional yang sedang menggarap segmen yang kecil ini," ungkap Menteri Perindustrian Mohammad Soleiman Hidayat saat ditemui usai Commemorative Sumit ASEAN-India 2012 di New Delhi, India, Kamis (20/12).
 
Dia beralasan, langkah sama juga dilakukan negara lain dalam melindungi industri dalam negerinya sebelum melakukan perdagangan bebas. Apalagi, Indonesia saat ini tengah menjadi incaran beberapa produsen otomotif karena memiliki pasar dengan pertumbuhan penjualan otomotif besar.
 
Penundaan pembukaan investasi asing di segmen ini, menurut menteri, bukan semata untuk mempersiapakan industri lokal namun pemerintah juga perlu merumuskan prosedur dalam pelaksanaan investasinya.
 
Hidayat optimistis kebijakan ini tidak akan melanggar ketentuan perdagangan bebas dalam kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebab produsen dan investasi asing masih bisa bekerja sama dengan produsen dan industri lokal.
 
"Kalau diadukan ke WTO memang salah, tapi yang bisa saya nyatakan bahwa prosedurnya sedang saya siapkan. Kalau produsen lokal sudah siap berproduksi, pemerintah akan buka [kesempatan] asing yang mau berinvestasi. Negara lain juga sama dalam melindungi sektor dalam negerinya," tegas Hidayat.
 
Menperin mengakui, dalam kerangka kesepakatan AIFTA di sektor jasa dan investasi, beberapa investor India telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu produsen otomotif yang telah serius menjajaki investasi di segmen kendaraan kecil ini ialah Grup Tata.
 
Meski begitu, dia mengingatkan  investor asing termasuk dari India yang akan masuk harus menunggu persiapan industri lokal dan juga penyelesaian prosedur investasinya untuk bisa mulai menanamkan modal dan beroperasi di Indonesia. "Kalau mereka (industri domestik) sudah mulai, maka Tata atau yang lain mau masuk silahkan. Mereka bisa join. Silahkan," tandas Hidayat. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Suyono Saputra

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top