Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENCEMARAN LINGKUNGAN: 14 Perusahaan Pencemar Citarum Jabar Kena Sanksi

BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan sanksi pada 14 perusahaan  di Jabar yang melakukan pencemaran limbah berbahaya ke Derah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  21:32 WIB

BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan sanksi pada 14 perusahaan  di Jabar yang melakukan pencemaran limbah berbahaya ke Derah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Ke-14 Perusahaan tersebut antara lain bergerak dalam industri garmen, peternakan sapi, dan kertas serta peleburan besi.

Lokasi perusahaan tersebut berada di Kota Cimahi (4 perusahaan), Kabupaten Bandung (1), KBB (2), Sumedang (2), Purwakarta (2), Kota Bekasi (1) dan Kabupaten Bekasi (2).  Perusahaan di Sumedang dan Purwakarta mendapat sanksi pidana, sedangkan sisanya sanksi administratif.

Kepala Bidang Tata Kelola Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar Prima Mayaningtyas mengatakan selain 14 perusahaan tersebut, catatan menunjukan kasus pencemaran limbah berbahaya di  DAS Citarum terhitung banyak. “Ada yang masuk ke pengadilan, sudah banyak yang dikenakan sanksi,” katanya di Bandung, Selasa (18/12).

Menurut Prima, rata-rata pelanggaran yang dilakukan oleh industri tersebut mulai dari soal admnistrasi hingga pengaruhnya pada kualitas air. BPLHD sendiri menurutnya terus melakukan  pemantauan sungai tersebut.

“Tapi [limbah] yang keluar dari industri itu tanggung jawab industri untuk mengelola lingkungannya,” katanya.

Prima menambahkan temuan di lapangan menunjukan tidak semua baku mutu yang digunakan sama oleh berbagai industri. Pihaknya saat ini mengendepankan pembinaan terlebih dahulu agar industri memperbaiki pengelolaan limbahnya.(k57/yri) (Foto: ilustrasi/JIBIPhoto)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Wisnu Wage

Editor : Arys Aditya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top