Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENANGKAPAN TERORIS: Jaringan Farhan di Purbalinggga digerebeg

JAKARTA: Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan bahwa seorang terduga teroris yang ditangkap di Purbalingga, Minggu pagi, merupakan kelompok jaringan Farhan, yang pernah disergap Densus 88 dan tewas pada September 2012, di Solo, Jawa Tengah."Tersangka
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  06:32 WIB

JAKARTA: Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan bahwa seorang terduga teroris yang ditangkap di Purbalingga, Minggu pagi, merupakan kelompok jaringan Farhan, yang pernah disergap Densus 88 dan tewas pada September 2012, di Solo, Jawa Tengah."Tersangka dengan inisial AZ terkait dengan kelompok Farhan yang melempar granat di Pos Polisi Gladak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius saat dihubungi dari Jakarta, Minggu.AZ ditangkap pukul 05.30 WIB oleh Densus 88 di Gemuruh, Kelurahan Purbalingga Lor, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.Menurut laporan ANTARA Biro Semarang, terduga teroris tersebut bernama Ali Zaenal Abidin (20) yang merupakan santri pondok pesantren Al Suchty, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga.Tersangka saat berbelanja sayuran bersama empat rekannya di pasar kecil dekat pondok pesantren dibawa pergi oleh sekelompok laki-laki yang menggunakan mobil Kijang Inova berpelat nomor Purbalingga, sekitar pukul 07.00 WIB."Kejadiannya begitu cepat. Sekelompok laki-laki itu menodongkan pistol ke arah Ali dan menyeretnya ke dalam mobil," kata seorang pedagang sayuran.Keempat teman Ali segera kembali ke ponpes yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Sesampainya di ponpes, mereka segera menuju Polres Purbalingga dengan mengendarai sepeda motor untuk melaporkan kejadian yang dialami Ali.Saat dikonfirmasi wartawan, pengasuh Ponpes Al Suchary, Ahmad Toha Husein, mengatakan bahwa Ali Zaenal Abidin berasal dari Ngruki, Sukoharjo, dan baru dua bulan menjadi santri di ponpes yang diasuhnya."Ali adalah santri yang cerdas dan selama mondok di sini, dia tidak menunjukkan adanya perilaku yang mencurigakan. Kami sangat terkejut, dia sampai bisa berurusan dengan Densus 88," katanya.Menurut dia, pihaknya telah menginformasikan penangkapan tersebut kepada keluarga Ali di Ngruki. Kendati demikian, dia mengaku kecolongan karena ada santrinya yang ditangkap Den                                                                sus 88.Farhan merupakan satu di antara dua terduga teroris yang tewas saat penyergapan di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (31/8).Farhan diduga kuat terkait dengan aksi teror di Solo sebelumnya, seperti insiden penembakan di Pos Polisi Singosaren, Solo, Jawa Tengah, pada 30 Agustus malam yang mengakibatkan seorang polisi tewas dan juga pelemparan granat ke pos polisi. (Antara/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top