Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAYANAN SELULER Diharapkan Hadir di Kapuas Hulu

PUTUSIBAU--Masyarakat Dayak Iban di Desa Sei Abau Dusun Sei Luar dan masyarakat  Melayu  di sekitar Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat berharap layanan telekomunikasi berbasis seluler diperluas ke
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Desember 2012  |  10:42 WIB

PUTUSIBAU--Masyarakat Dayak Iban di Desa Sei Abau Dusun Sei Luar dan masyarakat  Melayu  di sekitar Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat berharap layanan telekomunikasi berbasis seluler diperluas ke desa-desa di sekitar Kapuas Hulu.

 

Hendrik, warga Sei Abau,  mengatakan layanan seluler sangat membantu pekerjaan warga, meskipun hanya berkebun. Terkait dengan harapan terhadap layanan seluler tersebut, warga berharap menggunakan layanan itu berkomunikasi soal usaha kebun mereka. Masyarakat Sei Abau rata-rata adalah petani karet dan sawit plasma. 

"Dengan handphone ini, kami bisa langsung memantau harga karet ke pengepul dan menyediakan yang kami punya," ujarnya kepada Bisnis, hari ini, Minggu (16/12/2012). 

Ahmad, warga sekitar Taman Nasional Dusun Sei Luar (TNDS), bekerja sebagai nelayan memanfaatkan telepon genggamnya untuk kebutuhan perahu dan speed boat. Selain itu, sebagai sarana komunikasi dengan pedagang ikan di Malaysia.

 

Adapun, TNDS dekat dengan Badau dan Lubuk Antu perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Selain membantu masyarakat setempat, layanan telekomunikasi seluler di sekitar perbukitan dan Danau TNDS di Bumi Uncak ini tentu saja membantu kelancaran komunikasi para wisatawan yang berkunjung ke TNDS.Masyarakat TNDS juga berharap ada pembangunan jalan di sekitar rumah mereka hingga selesai. Pasalnya, jalan merupakan salah satu infrastruktur penting bagi wisatawan."Jalan sudah mulai dibangun, tetapi sampai saat ini belum selesai-selesai. Kami harap segera mendapat perhatian pemerintah," kata Ahmad yang tinggal dengan sekitar 200 kepala keluarga lainnya di wilayah TNDS. (spr)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top