RUHUT SITOMPUL Yakin Posisinya di DPP Demokrat Aman

JAKARTA— Ruhut Sitoempul, Politikus Partai Demokrat, mengaku hanya Presiden SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang bisa memecat dirinya sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 14 Desember 2012  |  15:06 WIB

JAKARTA— Ruhut Sitoempul, Politikus Partai Demokrat, mengaku hanya Presiden SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang bisa memecat dirinya sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.

Menurutnya, pemecatan atas dirinya hanya isu dan hanya akan membuat dirinya makin terkenal. Bahkan dirinya mengaku banyak mendapat tawaran untuk pindah ke partai lain meski ditolaknya.Dia mensinyalir Ketua umum DPP Partai Demokrat  Anas Urbaningrum berada di balik rencana pemecatan atas dirinya. Bahkan Ruhut mengaku mendengar Anas meminta SBY untuk memecatnya sejak setahun lalu. Kabar itu diketahuinya dari anggota Dewan Pembina Partai Demokrat T.B. Silalahi.

“Namun permintaan Anas ditolak SBY,”  ujarnya di kompleks  gedung parlemen hari ini.Menurut Ruhut, Anas kini tengah menggali lubang lebih dalam untuk dirinya dan makin dekat dengan kehancuran. Padahal, kata dia, Anas mestinya legowo mundur karena namanya disebut-sebut bekas Bendahara Umum M. Nazaruddin.

Akibat ulah Anas, citra Demokrat hancur dan dia memastikan apa yang disampaikan Nazar benar, katanya. "Anas tinggal menghitung hari,” ujarnya.

Terkait dengan isu kepindahannya ke partai lai, lebih jauh Ruhut mengatakan hingga kini dirinya belum berniat untuk pindah partai. Dia mengaku Ketua umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie pernah menawarkan pada dirinya untuk kembali ke partai tersebut.

Namun demikian Ruhut menjawab bahwa Partai Golkar adalah partai pertamanya dan Partai Demokrat merupakan partai terakhirnya.

“Aku makin beken dan aku makin ukur kekuatan. Justru banyak yang nawarin aku pindah partai," katanya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top