KAWASAN FTZ BATAM: Perlu Diversifikasi Industri dan Pengembangan UKM

BATAM--Lembaga konsultan internasional Frost and Sullivan menilai pertumbuhan kawasan FTZ Batam masih memiliki beberapa kelemahan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  14:44 WIB

BATAM--Lembaga konsultan internasional Frost and Sullivan menilai pertumbuhan kawasan FTZ Batam masih memiliki beberapa kelemahan.

Sehingga perlu ada perbaikan rencana strategis dan peningkatan kualitas kebijakan ekonomi.

Vice President Public Sector Practice Frost & Sullivan Shivaji Das mengatakan ada beberapa langkah yang harus ditempuh Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk mencapai target roadmap BP Batam hingga 2020 mendatang.

"Perlu meningkatkan produktifitas Batam yang belakangan menurun, diversifikasi industri dan mendorong UKM lebih besar lagi, serta mengurangi ketergantungan dengan Singapura," katanya usai paparannya di Batam, Kamis (13/12/2012).

Shivaji mengatakan BP Batam juga perlu memperhatikan sejumlah kelemahan Batam yang saat ini belum terselesaikan.

Hal itu mengingat untuk menjalankan roadmap BP Batam juga harus menyelesaikan kendala-kendala selama ini yang menghambat arus investasi ke Batam.

Dia menyebutkan beberapa kelemahan yang dikaji pihaknya adalah, penurunan produksi dan belum adanya diversifikasi ekonomi atau masih terfokus ke beberapa sektor industri.

Kemudian adanya persepsi investor tentang konflik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga kurang memadai untuk menarik investor.

Selain itu, lanjutnya, masalah keterbatasan lahan, minimnya usaha kecil dan menengah, inovasi yang lemah dan masih rendahnya skill pekerja.

"Yang perlu diperhatikan juga, populasi di Batam tidak terdorong untuk membangun UKM, masih terlalu mengandalkan investor. Selain itu perlu ada lembaga riset agar muncul inovasi dan ide untuk UKM," tuturnya.

Dia mengatakan sebenarnya potensi Batam untuk menjadi salah satu kawasan tujuan investasi dan daerah dengan perekonomian yang maju begitu tinggi dari sisi lokasi yang strategis dan status FTZ.

Hal itu diperkuat dengan prediksi Frost and Sullivan, Perekonomian Singapura yang tengah menurun sebagai salah satu negara region hub di Asia.

"Singapura mulai kehilangan bisnisnya, selama ini peran mereka sebagai regional hub, baik regional sales dan marketing hub serta regional logistic hub, ini yang harus dilihat Batam, Batam harus mencari pasar baru," ujarnya.(k17/k59)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Chandra Gunawan

Editor : Wahyu Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top