Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN: Sejumlah Multifinance Belum Capai Target

JAKARTA: Memasuki tengah Desember 2012, sejumlah multifinance masih kerja keras untuk mencapai sejumlah target yang belum berhasil diraih.
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  21:21 WIB

JAKARTA: Memasuki tengah Desember 2012, sejumlah multifinance masih kerja keras untuk mencapai sejumlah target yang belum berhasil diraih.

Sejumlah kendala yang menghadang tahun ini, bukan hanya memaksa sejumlah perusahaan pembiayaan merevisi target tetapi juga bekerja keras hingga akhir tahun agar performa bisnis tidak turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Salah satu perusahaan pembiayaan tersebut adalah PT Federal International Finance yang harus bisa menyalurkan pembiayaan untuk 100.000 motor selama Desember, apabila ingin menembus target pembiayaan 1,2 juta kendaraan.

“Hingga tengah Desember ini kami belum mencapai target. Namun kami optimis target tersebut dapat tercapai pada akhir tahun ini, ” ujar Suhartono, Direktur Utama FIF kepada Bisnis, Kamis (13/12/2012).

Optimisme tersebut dibangun oleh Suhartono karena Honda baru saja meluncurkan motor varian terbaru yang langsung disambut pemesanan (inden) oleh konsumen. “Kalau tidak ada masalah motor itu bisa segera ready stock dan bisa langsung tanda tangan kredit bulan ini,” ujarnya.

Multifinance yang berafiliasi dengan Astra Honda Motor ini awalnya menetapkan target pembiayaan bagi 1,4 juta motor. Namun perseroan harus merevisi target menjadi 1,2 juta motor atau setara dengan Rp18 triliun.

Hal serupa juga terjadi di PT BCA Finance yang masih optimis dapat menutup tahun dengan penyaluran pembiayaan baru Rp24,5 triliun. Roni Haslim, Direktur Utama BCA Finance menjelaskan hingga akhir November perseroan sudah menyalurkan Rp22,2 triliun dan terus bertambah hingga hampir menembus Rp23 triliun pada 10 Desember.

“Masih ada 2 minggu untuk mengejar target. Kami optimis bisa tembus target sepanjang unit mobil tersedia. Khawatirnya mobil inden [dalam pemesanan] sehingga belum bisa tanda tangan pembiayaan,” ujarnya.

BCA Finance telah menurunkan target pembiayaan baru pada tahun ini dari Rp27 triliun menjadi Rp24,5 triliun. Kebijakan uang muka yang diterapkan pertengahan Juni 2012 memang memperlambat bisnis dari FIF dan BCA Finance.

Selain itu, juga ada faktor penurunan permintaan akibat anjloknya harga komoditas di sejumlah daerah.

Kerja keras juga masih dilakukan oleh PT MNC Finance yang belum meraih target pembiayaan. Yudhananta, Sekretaris Perusahaan MNC Finance, menjelaskan hingga akhir November menjelaskan perseroan telah menyalurkan pembiayan Rp832 miliar dengan target sepanjang tahun Rp900 miliar.

Target tersebut sebenarnya telah direvisi paska kebijakan uang muka diterapkan. Perusahaan pembiayaan yang fokus pada kendaraan komersial bekas ini menetapkan target awal Rp1,1 triliun.

Hal yang berbeda terjadi di PT Adira Dinamika Multi Finance, yang  telah menembus target pembiayaan pada tahun ini. “Booking baru kami sampai pertengahan Desember sudah sampai Rp30 triliun—Rp31 triliun,” ujar Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama Adira Finance.

Pencapaian tersebut telah mencapai target pembiayaan perseroan yang ditetapkan Rp29 triliun—Rp31 triliun. Namun, target tersebut sebenarnya telah direvisi dari rencana awal yang berharap pembiayaan baru mencapai Rp34 triliun. (Foto:jagatreview.com) (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Donald Banjarnahor

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top