Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMURNIAN AIR: Kayuh dulu, baru minum

TOKYO: Bersepeda untuk kebugaran? Yang ini sudah biasa. Di Jepang, setiap kayuhan dari pedal sepeda spesial ini mampu mengubah air keruh menjadi air yang siap minum.Adalah Yuichi Katsuura, pendiri Nippon Basic Co Ltd, yang mengubah fungsi sepeda menjadi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  22:27 WIB

TOKYO: Bersepeda untuk kebugaran? Yang ini sudah biasa. Di Jepang, setiap kayuhan dari pedal sepeda spesial ini mampu mengubah air keruh menjadi air yang siap minum.Adalah Yuichi Katsuura, pendiri Nippon Basic Co Ltd, yang mengubah fungsi sepeda menjadi tak hanya sekadar alat transportasi. Katsuura, dengan pengalaman selama lebih dari 30 tahun di bidang pemurnian air saat bekerja bersama Mitsubishi Rayon, membuat pengalaman bersepeda menjadi jauh lebih menyenangkan.Di kantornya yang mungil di Kawasaki, Prefektur Kanagawa, Jepang, sekitar 30 menit dari Tokyo, Katsuura menunjukkan bagaimana Cycloclean, sepeda pemurni air, ini bekerja. Rahasianya terletak pada tiga filter dan pemompa yang ditata di boks serupa koper, yang diletakkan di bagian bangku belakang sepeda.Filter utama, yang bekerja sebagai penyaring pertama, terhubung dengan selang ke sumber air, misalnya danau atau sungai. Kayuhan akan memacu air berjalan menuju filter kedua, berupa karbon aktif untuk menyingkirkan bau dan bahan kimia. Setelah itu air berjalan melalui pipa mungil dari baja menuju filter ketiga, filter hollow fiber membrant yang mampu menyaring hingga ukuran 0,1 mikron. Air yang telah tersaring keluar melalui keran. Dan, voila, dalam sekejap Anda bisa mendapatkan air bersih siap minum. Satu menit kayuhan pedal akan menghasilkan 5 liter hingga 6 liter air bersih."Filter hollow fiber membrant ini mampu bekerja menyaring bakteri dan kuman yang rata-rata berukuran di atas 0,3 mikron," ujar Katsuura, saat menerima kunjungan 15 jurnalis dari beberapa negara di Asia dan Afrika, hari ini (12/12/2012).Pertemuan tahunan ini merupakan inisiatif dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Tahun ini tema yang dipilih adalah kontribusi teknologi dan pengetahuan Jepang dalam mengatasi tantangan di negara berkembang.Sayangnya, harga sepeda ini masih selangit. Satu unit sepeda dipasarkan dengan harga 550.000 yen alias Rp63,99 juta.Katsuura mengatakan pihaknya siap bekerja sama untuk mengembangkan Cycloclean di negara berkembang. Melalui kerja sama dengan JICA, Nippon Basic telah menggelar studi kelayakan pengembangan sepeda pemurni air ini di Bangladesh."Kami telah berkolaborasi dengan pabrikan sepeda lokal di Bangladesh dan siap memproduksi Cycloclean untuk pasar domestik di Bangladesh dengan harga jual yang jauh lebih murah hingga separuh dari harga jual di Jepang," ujar Katsuura.Kehadiran sepeda ini di negara berkembang tentu dapat mengurai permasalahan mengenai air bersih, termasuk Indonesia. Jadi, siap mengayuh dan menghasilkan air bersih siap teguk? 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ratna Ariyanti

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top