Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PONSEL PINTAR 12-12-12: Pasar Ponsel Pintar Berharga Mahal Makin Susut

JAKARTA-Penjualan ponsel pintar akan didominasi dua harga, yakni perangkat berharga di bawah US$150 dan perangkat di atas US$250.
Erly Rusiawati
Erly Rusiawati - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  10:18 WIB

JAKARTA-Penjualan ponsel pintar akan didominasi dua harga, yakni perangkat berharga di bawah US$150 dan perangkat di atas US$250.

Di dalam situsnya, Informa Telecoms & Media menilai pasar ponsel pintar tengah mengalami perubahan dramatis. Pangsa pasar ponsel pintar berharga mahal akan menyusut menjadi 33% pada 2017 dari 85% pada 2011 dari total ponsel pintar yang terjual.

Sementara, ponsel pintar berharga rendah akan memperoleh pangsa pasar sangat besar selama bertahun-tahun hingga mencapai 52% dari ponsel pintar yang terjual pada 2017. Permintaan diprediksi kian terpusat di antara handset mahal dan perangkat terjangkau yang menargetkan pasar negara berkembang. Ketatnya persaingan mengakibatkan terjadi erosi harga.

Rata-rata harga ponsel pintar akan turun dari US$188 pada 2011 menjadi US$152 pada 2017. Kondisi ini akan tercipta akibat usaha menyeimbangkan permintaan ponsel pintar tingkat pemula di pasar negara berkembang serta permintaan ponsel pintar super di negara maju. Rata-rata marjin kotor perangkat tersebut diperkirakan tetap datar, di kisaran 20% sampai 25%.

Vendor akan semakin berada di bawah tekanan untuk menyerap biaya inovasi sambil menjaga kompetisi harga. Untuk tetap menguntungkan, sejumlah vendor terus mengurangi biaya operasional dan vendor lain akan berjuang mempertahankan keuntungan.

Perubahan ini akan mendorong beberapa produsen mengeluarkan handset berharga efektif. Hanya beberapa produsen mampu mengoperasikan pasar, sebagian besar akan fokus pada segmen tertentu untuk mengurangi harga dan memaksimalkan marjin.

Sejumlah vendor, termasuk Nokia, RIM, LG, HTC, Motorola, dan Sony akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru ini. Sebab, kondisi ini membawa mereka jauh dari bisnis inti. Para pemain harus membuat putusan strategis untuk bertarung di arena kompetisi yang saat ini didominasi oleh Samsung dan Apple.

Pemain pun harus menghadapi kompetisi ketat oleh para perakit dan ODM China di segmen pasar harga murah.(yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top