Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEMO BURUH MEDAN: Konsentrasi Massa Pindah Ke Pelabuhan Belawan

MEDAN—Pusat unjuk rasa  buruh yang menuntut penaikan Upah Minimum Provinsi Sumatra Utara berlanjut, dan hari ini pusat aksi beralih ke Pelabuhan Belawan setelah kemarin mereka memblokade akses ke jalan tol dan kawasan industri utama di provinsi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  14:55 WIB

MEDAN—Pusat unjuk rasa  buruh yang menuntut penaikan Upah Minimum Provinsi Sumatra Utara berlanjut, dan hari ini pusat aksi beralih ke Pelabuhan Belawan setelah kemarin mereka memblokade akses ke jalan tol dan kawasan industri utama di provinsi ini.

Berdasarkan pantauan Bisnis hari ini, Selasa (11/12/2012), kondisi arus lalu lintas menuju Pelabuhan Belawan lumpuh total setelah dipadati ribuan buruh dari berbagai pabrik di kawasan Kota Medan yang berunjukrasa menuntut kenaikan UMP.

Kemacetan terlihat mulai dari Simpang Canang Belawan hingga ke Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Terminal Peti Kemas Belawan yang telah dikuasai oleh buruh. Aksi ini mengganggu kegiatan di pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan barang dan jasa antar pulau dan internasional itu.

Ribuan buruh hari ini melanjutkan kembali aksinya menuntut kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara agar menaikkan UMP menjadi Rp2,2 juta per bulan

Aksi buruh tersebut telah melumpuhkan sebagian kegiatan ekonomi di kawasan Belawan, dengan memacetkan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Belawan dan dari Pelabuhan Belawan menuju Kota Medan.

Unjuk rasa mulai terjadi sejak Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho mengumumkan UMP yang mulai berlaku pada 2013. Awalnya, demonstrasi dipusatkan di Kantor Gubernur, Kantor DPRD Sumut, dan di sejumlah jalan-jalan utama di Kota Medan.

Beberapa hari terakhir, buruh mulai menggelar aksinya di pusat-pusat bisnis dengan jumlah demonstran yang terus bertambah.  (JIBI/k14/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Heru Rahmad Kurnia

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top