Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MUSIM HUJAN: PT KAI Sudah Antisipasi Bencana Longsor

SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IV Semarang telah mempersiapkan sejumlah  antisipasi terkait dengan adanya sejumlah titik rawan bencana alam menjelang musim hujan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  06:44 WIB

SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IV Semarang telah mempersiapkan sejumlah  antisipasi terkait dengan adanya sejumlah titik rawan bencana alam menjelang musim hujan.

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Surono  menyebutkan hal yang telah dilakukan adalah normalisasi sungai dan saluran air dari sedimentasi sampah dan tanah, sehingga aliran air lancar dan tidak meluber menggenangi rel.

“Kami juga melakukan penguatan pilar penyangga jembatan yang dilintasi rel kereta, seperti di jalur antara Stasiun Cepu-Tobo yang dibawahnya terdapat Sungai Bengawan Solo” ujarnya Senin (10/12/2012).

Selain itu, lanjutnya, mengangkat atau meninggikan rel setnggi 20 cm di  jalur rel antara Semarang Tawang-Alas Tuwo, Kaligawe untuk menghindari genangan air. “Antisipasi lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan intensitas pengawasan jalur kereta, yakni dari dua kali sehari menjadi minimal empat kali sehari,” ujarnya.

Menurutnya dengan intensitas pengawasan ini diharapkan apabila terjadi gangguan bisa dilaporkan secara cepat ke pusat kendali sehingga bisa diambil kebijakan secara cepat dan tepat terkait arus kereta dan bagaimana upaya perbaikanya.

Dia mengungkapkan hal itu terkait dengan ditemukannnya sebanyak 157 titik rawan gangguan alam, seperti banjir dan tanah longsor seiring datangnya musim penghujan.

Sedangkan untuk titik rawan amblas, paling banyak berada di jalur Semarang-Bojonegoro, khususnya mulai Stasiun Doplang-Randublatung, yang diwilayah ini memang merupakan bekas rawa an sawah, sehingga sruktur tanahnya lembek, yang dapat meyebabkan tanah dibawah rel rentan mengalami penurunan.

“Apabila terkena curah hujan berlebihan, maka bantalan rel rawan ambles, sehingga dapat mengakibatkan kereta yang melintasinya terguling,” tuturnya.

Surono mengatakan untuk titik rawan longsor paling banyak terdapat di Kabupaten Batang, terutama dari Stasiun Krengseng-Stasiun Plabuhan. “Di sisi selatan sepanjang jalur ini terdapat perbukitan yang sewaktu-waktu dapat longsor menimbun rel atau kereta yang melintas,” tuturnya.  (k39/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Adi Sukarno

Editor : Reporter 1

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top