Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PELAYANAN KESEHATAN: Persentase Masyarakat Sulbar yang Diimunisasi Masih Rendah

MAMUJU, Sulbar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mencatat persentase masyarakat yang mendapatkan pelayanan imunisasi masih cukup rendah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 November 2012  |  22:12 WIB

MAMUJU, Sulbar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mencatat persentase masyarakat yang mendapatkan pelayanan imunisasi masih cukup rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Ahmad Azis mengatakan jumlah masyarakat yang diimunisasi di daerah yang berpenduduk sekitar 1,2 juta jiwa itu hanya sekitar 65,1%.

“Persentase masyarakat Sulbar yang diimunisasi masih cukup rendah, dibawah nasional yang mencapai 85%,” kata Ahmad hari ini, Senin (12/11/2012), seperti dikutip Antara.

Menurutnya, dari lima kabupaten di Sulbar, Kabupaten Mamuju Utara yang berpenduduk 100.000 jiwa menempati urutan pertama sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang diimunisasi paling tinggi mencapai 66%.

Sementara Kabupaten Mamuju yang berpenduduk 300.000 jiwa dan Majene yang berpenduduk sekitar 100.000 jiwa, menempati urutan kedua sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang diimunisasi paling tinggi.

Kedua kabupaten itu memiliki masyarakat yang diimunisasi mencapai 65%. Sedangkan masyarakat diimunisasi di Kabupaten Mamasa mencapai 60% dari 100.000 jiwa penduduknya.

Sementara Kabupaten Polman yang berpenduduk paling padat mencapai 350.000 jiwa memiliki masyarakat yang telah mendapatkan imunisasi 46%.

Daerah ini yang paling rendah memberikan pelayanan imunisasi kepada masyarakatnya.

Karena masih kurangnya masyarakat Sulbar yang belum diimunisasi, Pemprov Sulbar akan melaksanakan program sosialisasi agar masyarakat berinisiatif meminta diberikan pelayanan kesehatan melalui sarana kesehatan setempat.

Dia juga berharap pemerintah pusat membantu dalam hal penyusunan program peningkatan pelayanan imunisasi kepada masyarakat yang ada di lima kabupaten di wilayah tersebut. (Antara/k46) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top