Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMODITAS KEDELAI: Bulog tunggu PP Stabilisator

MALANG—Perum Bulog menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) untuk menjadi penyangga atau stabilisator komoditas kedelai dan gula karena PP yang lama hanya mengatur stabilisasi beras.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Oktober 2012  |  21:02 WIB

MALANG—Perum Bulog menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) untuk menjadi penyangga atau stabilisator komoditas kedelai dan gula karena PP yang lama hanya mengatur stabilisasi beras.

Dirut Perum Bulog Sutarto Ali Moeso mengatakan meski PP maupun Perpres terkait dengan pemberian kewenangan Bulog untuk menyangga komoditas kedelai dan gula belum terbit, namun pihaknya telah bekerja mempersiapkannya.

“Di antaranya melakukan lobi-lobi dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat untuk komoditas kedelai dan Departemen Pertanian Brasil untuk komoditas gula dan kedelai,” kata Sutarto Ali Moeso di sela-sela Panan dan Penanaman Program On Farm Bulog di Malang, Rabu (31/10/2012).

Karena itulah jika PP ataupun Perpres terkait tambahan kewenangan Bulog menangani kedelai dan gula, lanjut dia, maka Bulog bisa langsung bekerja.

Menteri Koordinator Perekonomian  Hatta Rajasa menegaskan target pemerintah menetapkan Bulog bisa menangani menjadi stabilisator kedelai dan gula pada 2012.

Dari sisi pendanaannya, ujar dia, masih belum ditetapkan apakah bersumber dari APBN apakah dari komersial. Masih dicari solusinya.

Menurut Sutarto, Bulog siap jika pendanaannya harus mengambil dari dana komersial, perbankan. Bank siap mendanai kegiatan Bulog menyangga kedelai dan gula.

Dia mencontohkan pengadaan beras. Pengadaan beras yang sampai saat ini sudah mencapai 3,4 juta ton, semuanya dari dana perbankan. “Saya membuka LC untuk pengadaan beras sebanyak itu sebesar Rp28 triliun.”

Saat menutup Penutupan Rembug Utama Nasional dan Pengukuhan Pembina Kelompok Tani Nasional Andalan Pusat, Hatta juga menegaskan pemerintah tengah mengkaji penerapan HPP untuk gula dan kedelai.(msb/k24)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top