Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Putus Mata Rantai Terorisme

Detasemen Khusus Anti Teror 88 Markas Besar Kepolisian RI menangkap tersangka teroris dari kelompok Al Qaidah Indonesia yang berperan sebagai perakit bom. Wendy Febriangga alias Hasan alias Wendy yang ditangkap beberapa waktu lalu  di Pantoloan,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Oktober 2012  |  16:35 WIB

Detasemen Khusus Anti Teror 88 Markas Besar Kepolisian RI menangkap tersangka teroris dari kelompok Al Qaidah Indonesia yang berperan sebagai perakit bom. Wendy Febriangga alias Hasan alias Wendy yang ditangkap beberapa waktu lalu  di Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Boy Rafli mengatakan Wendy  ikut membuat bom pipa di rumah tersangka Rudi Kurina Putra alias pak Tuwek yang ditangkap 22 September 2012.

Satu demi satu  mereka yang diduga bagian dari jaringan terorisme ditangkap. Adanya penangkapan ini mengisyaratkan bahwa  bahwa terorisme  tetap menjadi ancaman keamanan. Penangkapan ini merupakan bentuk pencegahan  atas kemungkinan para pelaku terror ini untuk melakukan aksinya. 

Bila kita mengingat peristiwa-peritiwa aksi bom Bali I dan II maupun aksi terror bom  di Hotel Meriot,  Jakarta.  Begitu banyak korban tak berdosa menjadi aksi kebrutalan kelompok teroris ini. Mereka bertindak dengan dalil untuk berjihad atas nama agama. Kenyataannya agama tidak membenarkan tindakan mereka yang bertindak brutal untuk membunuh orang-orang yang tidak meneganl mereka.

Kita berharap kelompok  jaringan teroris  ditumpas sampai akar-akarnya. Jangan beri mereka pelunag untuk merekerut jaringan baru. Persempit ruang gerak mereka untuk  menyebarkan paham-paham sesat terhadap anggota baru. Tentunya ini semua tidak hanya berharap pada pihak kepolisian maupun perangakat yang lainnya, tetapi juga perana serta masyarakat untuk selalu peduli dengan kondisi lingkungannya.

Kepedulian ini diaplikasikan dengan bentuk selalu mengawasi dan menanyai identitas orang-orang baru bermungkim di wilayahnya. Mencurigai tindak-tanduk orang atau kelompok berperilaku aneh dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat.

Jangan mengedepankan main hakim  tetapi tetapi mengedapna hukum dengan melaporkan langsung ke pihak kepolisian.  Jika kita bertindak sendiri-sendiri  maka apa bedanya kita dengan mereka.

Yudi Prasetyo

Margonda, Depok, Jawa Barat

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top