Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KISRUH IZIN TAKSI: Blue Bird Bakal Rugi Sedikitnya Rp7,5 Miliar

BATAM: PT Blue Bird Grup terancam menanggung rugi sedikitnya Rp7,5 miliar bila izin operasional perusahaan taksi ternama ini dicabut oleh Pemerintah Kota Batam.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 Agustus 2012  |  15:59 WIB

BATAM: PT Blue Bird Grup terancam menanggung rugi sedikitnya Rp7,5 miliar bila izin operasional perusahaan taksi ternama ini dicabut oleh Pemerintah Kota Batam.

 

“Perkiraan nilai kerugian itu dihitung dari nilai pembelian 50 unit mobil taksi jenis Toyota Limo yang harga per unitnya Rp150 juta,” kata Teguh Wijayanto, Head of Public Relations PT Blue Bird Grup, hari ini.

 

Teguh mengemukakan pihaknya belum memperhitungkan biaya-biaya lain yang sudah dikeluarkan untuk proses pengiriman dan rekruitmen pengemudi serta penyediaan sarana dan prasarana lainnya.

 

“Nilai kerugian itu tentu sangat besar untuk ukuran investasi awal pengoperasian armada taksi di daerah. Apalagi kami mendapatkan izin kuota armada sebanyak 300 unit untuk beroperasi di Kota Batam. Pasti nilai investasi yang kami keluarkan akan lebih banyak,” katanya.

 

Dia menyayangkan rencana Pemkot Batam untuk mencabut izin operasional Blue Bird karena sejauh ini sudah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan perizinan yang ditentukan oleh Pemkot Batam.

 

“Kami belum berpikir untuk menyiapkan upaya hukum karena keputusan pencabutan izin operasional kami belum ada. Kami tunggu dulu seperti apa keputusannya.”

 

Dua hari lalu, Wali Kota Batam Ahmad  Dahlan berjanji kepada para pemilik dan sopir taksi yang berunjuk rasa ke Gedung Pemkot, akan mencabut izin operasional Taksi Blue Bird. Pada hari yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendry juga sudah menerbitkan surat pernyataan pencabutan izin operasional Blue Bird. (k59/yus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yoseph Pencawan

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top