Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBY: Setiap konflik pasti ada solusinya

JAKARTA:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini setiap konflik dipastikan akan ada solusinya,  dan  menjabarkan  sembilan cara utama untuk mengatasi setiap masalah yang telah dilakukan di Indonesia.
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 17 Juli 2012  |  16:12 WIB

JAKARTA:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakini setiap konflik dipastikan akan ada solusinya,  dan  menjabarkan  sembilan cara utama untuk mengatasi setiap masalah yang telah dilakukan di Indonesia.

 

Kepala Negara mengatakan tentunya diperlukan tekad di samping kesabaran untuk menyelesaikan konflik, terutama yang  terjadi berlarut-larut, untuk terciptanya perdamaian seperti yang diharapkan.

 

“Setiap konflik  ada  solusi damai,” kata Presiden Yudhoyono berbahasa Inggris saat meluncurkan Jurnal Strategic Review dan Strategic Review Forum di Hotel Shangri-La, Selasa, 17 Juli 2012.

 

Presiden Yudhoyono mengatakan  setelah menghadapi sejumlah konflik dalam masa kepimpinannya , menyimpulkan ada  sembilan upaya mengatasi konflik untuk menciptakan perdamaian.

 

Pertama,  adanya kombinasi yang tepat dari peristiwa, kepentingan, perubahan generasi, dan para pemimpin untuk membuka situasi yang kondusif. Dalam hal ini perlunya kombinasi  kesabaran dan tekad.

 

Kedua, mengetahui profil dari konflik untuk mencari formula yang tepat untuk mengatasinya, mengingat setiap konflik berbeda satu dengan lainnya.  “Setiap konflik memiliki karakter sendiri,” kata SBY.Ketiga,  lebih lebih baik untuk mencegah konflik sebelum terjadi, dari pada mengatasinya setelah letusan pertikaian.

 

Untuk itu, ujarnya, memiliki alat yang tepat untuk deteksi dini sangat penting bagi pemerintah, guna mencegah meletusnya konflik kekerasan.

 

“Intelijen harus dilatih untuk menilai situasi secara akurat, begitu juga  pemimpin di tingkat  provinsi dan kabupaten. Polisi harus siap untuk bertindak untuk mencegah kekerasan,” kata SBY.Keempat, rekonsiliasi dan resolusi konflik membutuhkan kepemimpinan yang tepat.  Fungsi kepemimpinan di sini untuk mengarahkan dan mendorong proses politik.

 

SBY mengatakan pemimpin mesti memiliki keberanian untuk membuat keputusan sulit, dan mengambil risiko.

 

Kelima, ketika konflik tidak dapat diselesaikan, mesti ada upaya untuk mengelolanya agar bisa terkendali.

 

Upaya tersebut, ujarnya, juga dinilai  bisa diterapkan dalam menyelesaikan masalah di Laut China Selatan atas pihak yang terlibat dalam perselisihan teritorial dan yurisdiksi. “Harus melakukan yang terbaik untuk mengelola,” kata SBY.

 

Keenam, selalu membuka  kesempatan untuk mendapatkan solusi.  Ketujuh, memajukan rekonsiliasi dan resolusi konflik, dengan membantu untuk mengadopsi, pragmatis fleksibel, berwawasan ke depan pendekatan.

 

Sebaliknya, ujarnya, pendekatan  yang kaku malah dinilai cenderung tidak akan memberikan hasil yang diharapkan.

 

“Ketika kami mencoba untuk menciptakan  kembali pembicaran di Aceh  akhirnya menciptakan perdamaian ,” kata SBY.

 

Kedelapan, untuk mencapai dalam kesepakatan perdamaian adalah membangunkepercayaan antara aktor dalam konflik.

 

Seperti dalam perundingan Aceh, tambahnya, ada ada waktu kritis, titik balik, ketika negosiasi untuk saling mendengarkan daripada berbicara.

 

Kesembilan, upaya menciptakan perdamaian  yang membutuhkan cara sistemik, danupaya jangka panjang.

 

“Pembangunan perdamaian berkelanjutan memerlukan kemauan politik oleh pimpinan,” kata SBY. (ea)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top