Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS HAMBALANG: Ruhut minta kader Demokrat yang terlibat mundur

JAKARTA: Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta kepada semua kader yang disebut-sebut terlibat kasus korupsi Hambalang dan Wisma Atlet untuk mundur dari partai agar citra partai tidak tercoreng."Saya memohon
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  20:19 WIB

JAKARTA: Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul meminta kepada semua kader yang disebut-sebut terlibat kasus korupsi Hambalang dan Wisma Atlet untuk mundur dari partai agar citra partai tidak tercoreng."Saya memohon siapa pun yang dikaitkan mulai Wisma Atlet sampai Hambalang, kita harus sayang dengan partai. Saya melihat dan hanya bisa mengatakan semua itu, akan indah kalau kita bisa mundur, jangan dimundurkan," kata Ruhut di Gedung DPR hari ini. Namun demikian anggota Komisi III DPR itu meminta semua pihak untuk bersabar memunggu proses hukum yang tengah dijalani kader partainya.

Menurut Ruhut, dimintanya kader yang tersangkut kasus hukum untuk mundur dari partai bukan berarti dirinya tidak menghormati azas praduga tak bersalah. Namun, menurutnya, masalah hukum tak lepas dari masalah politik.

Terkait pemanggilan terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia menyatakan akan menunggu proses pemeriksaan tersebut. Hanya saja dia mengakui bahwa hal yang perlu dipertimbangkan dan paling penting adalah sanksi sosial."Turunnya rating partai kami karena sanksi sosial jadi saya kembalikan kepada kader-kader itu kalau sayang kepada partai legawa siapa lagi yang mau menyelamatkan partai ini," kata dia menegaskan.Proyek Hambalang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik karena proyek raksasa itu kerap disebut mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Bahkan Kamis 24 Mei lalu, Menpora Andi Mallarangeng yang juga anggota Mejelis Tinggi Partai Demokrat diperiksa 10 jam oleh KPK.Menurut Andi , pembangunan pusat olahraga itu dilandasi keinginan untuk meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia. Namun demikian belum selesai soal kasus hukum, dua bangunan di proyek pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun di Hambalang, Sentul, Jawa Barat itu ambruk dan tanah yang ada di lokasi itu juga ikut ambles.(api) 

BERITA LAINNYA:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top