Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KERAJINAN BALI: Krisis Eropa gerus volume ekspor

DENPASAR: Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia menilai krisis di AS dan Eropa serta kenaikan harga bahan baku terus menggerus ekspor kerajinan asal Bali hingga 22,58% pada periode awal 2012.Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft
Matroji
Matroji - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  19:33 WIB

DENPASAR: Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia menilai krisis di AS dan Eropa serta kenaikan harga bahan baku terus menggerus ekspor kerajinan asal Bali hingga 22,58% pada periode awal 2012.Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali Ketut Dharma Siadja mengatakan penyebabnya karena krisis global yg melanda pasar ekspor seperti AS dan Eropa. Desain barang-barang yang kurang inovatif, kurang mengikuti tren yang disenangi pasar. “Serta kurangnya penertrasi pasar untuk pemasaran luar negeri,” katanya, hari ini.Selain itu, harga produk kerajinan kurang kompetitif karena kenaikan harga bahan baku dan penunjang lainnya. Untuk itu, Asephi mengajak para perajin dan eksportir agar lebih kreatif dan inovatif dalam membuat desain. Serta lebih aktif memasarkan produknya melalui pameran, seperti Inacraft yang diselenggarakan setiap tahun.Disperindag Bali mencatat nilai subsektor kerajinan periode Januari-Februari 2011 mencapai US$31,50 juta. Namun periode yang sama tahun ini mengalami penurunan menjadi US$24,39 juta atau turun mencapai 22,58%.Menurutnya, minimnya pengetahuan mengakibatkan banyak hasil kreatifitas perajin yang dimanfaatkan investor asing dengan kekuatan modal yang besar untuk memperkenalkan industri kreatif asli Bali tanpa memberdayakan pengusaha lokal. “Hal itu terbukti pada minimnya pencatatan komoditas ekspor dari sektor industri kreatif,” ucapnya.Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Bali, IGB Ardhana mengakui, penurunan nilai itu disebabkan turunnya daya beli dari sejumlah negara tujuan yang sudah ada. Namun, pemerintah tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan negara tujuan alternatif untuk menutupi penurunan tersebut. “Kami sedang menjajaki kerjasama dengan negara tujuan alternatif untuk menggenjot kembali volume ekspor asal Bali.”Sementara itu, pada pameran kerajinan Indonesia Inacraft ke-14 di Jakarta Convention Center yang diselenggarakan selama lima hari sejak 25-29 April 2012, Asephi mencatatakan transaksi sebanyak Rp181,51 miliar. Belum terinci untuk pencatatan tarnsaksi daerah, termasuk Bali.Transaksi itu diperoleh dari dengan kontak dagang secara ritel sebesar Rp105,25 miliar dan kontak dagang pesanan dalam jumlah besar US$8,38 juta. Pameran yang diselenggarakan oleh Asephi ini mencatat jumlah pengunjung sebanyak 152.953 di 1.237 stan.(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top