Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: DPR cecar izin penerbangan Sukhoi Superjet 100

JAKARTA: Sejumlah anggota Komisi V DPR mempertanyakan pemberian izin penerbangan Sukhoi Superjet 100 kepada pemerintah termasuk posisi badan layanan umum navigasi udara serta kepastian pemberian asuransi kepada ahli waris korban pesawat yang jatuh di
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  15:33 WIB

JAKARTA: Sejumlah anggota Komisi V DPR mempertanyakan pemberian izin penerbangan Sukhoi Superjet 100 kepada pemerintah termasuk posisi badan layanan umum navigasi udara serta kepastian pemberian asuransi kepada ahli waris korban pesawat yang jatuh di Gunung Salak, 9 Mei lalu.“Perlu ada penguatan aturan mengenai pemberian izin terbang kepada Sukhoi Superjet 100 yang jatuh,” kata Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Ali Wongso Halomoan Sinaga dalam rapat kerja di ruang Komisi V DPR, Jakarta, Senin, 28 Mei 2012.Rapat kerja ini menghadirkan Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Ketua Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Sri Woro Budiati Harijono, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko dan pimpinan PT Trimarga Rekatama Sudjipto selaku agen Sukhoi di Indonesia.Rapat dipimpin Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow dan didampingi tiga Wakil Ketua yakni Mulyadi dari Fraksi partai Demokrat (FPD), Muhidin Mohamad Said dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Nusyirwan Soedjono dari Fraksi PDIP (FPDIP).Ali mengatakan selain soal perizinan, perlu juga dipertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab yang mewakili Sukhoi untuk pemberian santunan asuransi kepada ahli waris korban apakah dari PT Trimarga Rekatama atau dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.“Dan tidak kalah pentingnya, besarannya harus dipastikan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.77/2011 yakni sebesar Rp1,25 miliar per orang,” tutur Ali.Anggota Komisi V dari Fraksi Golkar Riswan Tony mempertanyakan apakah penerbangan dengan tujuan joy flight (penerbangan demo promosi) dapat mengangkut penumpang.Josef A. Nae Soi, anggota Komisi V FPG mempertanyakan badan layanan umum navigasi yang diamanatkan dalam UU No.1/2009 tentang Penerbangan yang seharusnya sudah berdiri 3 tahun pasca undang-undang diberlakukan.“Jadi seharusnya badan layanan umum navigasi sudah harus berdiri pada Januari 2012, awal tahun ini, mengapa sampai sekarang belum didirikan juga,” kata Josef.Direktur Utama PT Trimarga Rekatama Sudjito yang diwakilkan kepada pimpinan Trimarga lainnya Sunaryo mengatakan Trimarga adalah agen atau lokal representatif Sukhoi. Kedatangan Sukhoi adalah keinginan perusahaan Sukhoi untuk demo penerbangan promosi memperkenalkan ke negara-negara pembeli.(api) 

BACA JUGA:

Kisah Dahlan Iskan lagi

Peraih tertinggi ujian nasional 2012


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top