Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WAKAF OKSIGEN, gimana caranya...?

BOGOR: Para santri Pondok Pesantren Modern Sahid dapat mempelopori wakaf oksigen bagi masyarakat dengan menanam pohon, kata Anang Sudarna, Staf ahli Gubernur Jawa Barat."Gerakan satu orang tanam satu pohon memberikan para santriwan dan santriwati
nurul
nurul - Bisnis.com 27 Mei 2012  |  22:14 WIB

BOGOR: Para santri Pondok Pesantren Modern Sahid dapat mempelopori wakaf oksigen bagi masyarakat dengan menanam pohon, kata Anang Sudarna, Staf ahli Gubernur Jawa Barat."Gerakan satu orang tanam satu pohon memberikan para santriwan dan santriwati kelak dapat melakukan wakaf oksigen karena pohonlah yang dapat menghasilkan oksigen," katanya ketika menyampaikan sambutan pada milad unit-unit usaha Sahid Grup di Pondok Pesantren Modern Sahid, Minggu 27 Mei 2012.Menurut dia, setiap satu pohon dewasa dapat memenuhi kebutuhan oksigen dua orang manusia sehingga 1000 santri yang ada jika menanam dan merawatnya selama bersekolah di pesantren kelak bisa berwakaf oksigen dari pohon-pohon yang ditanamnya bagi kepentingan orang lain.Lingkungan yang asri di kawasan pondok pesantren, ujarnya,  menjadi salah satu unggulan yang harus dilestarikan. Oleh karena itu mulai tahun ajaran baru setiap santri yang masuk bisa di budayakan menanam satu pohon."Di Rumah sakit orang yang harus pakai oksigen untuk bantu pernafasan harus bayar mahal. Total kalau pakai tabung oksigen setahun harus mengeluarkan uang Rp 1,8 miliar. Karena itu kalau menanam pohon bisa dapat oksigen gratis," kata Anang.Di Jabar, ujarnya, memang digalakkan program Jabar Hijau Berbasis Sekolah sehingga anak-anak mulai dari tingkat SD hingga SMA diberikan pemahaman tentang pentingnya pelestarian pohon serta menjaga lingkungan.Sementara itu Sukamdani Sahid Gitosardjono sebagai pendiri Grup Sahid dan pembina di institusi pendidikannya itu mengatakan bangga pada kepedulian para santri dalam menjaga lingkungan serta prestasi yang dicapai mereka." Ada santri yang menjadi juara I kompetisi Sains Madrasah Bidang Matematika tingkat MK2 Kab Bogor. Santri lainnya juara I olimpiade Matematika Kementrian Agama kanwil Jabar," ungkap Sukamdani.Prestasi secara kelembagaan juga mendapat akreditasi amat baik dari Badan Akreditasi Nasional untuk Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah. Begitu juga mendapatkan sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001: 2008 dari SGS Ltd London, tambahnya."Setiap tahun untuk Ujian Nasional santrinya lulus 100% seperti tahun ini yang baru diumumkan Kemendikbud,"Anang Sudana mengakui kontribusi lembaga pendidikan yang dibangun Sahid Grup berkontribusi pada peningkatan pendidikan di provinsinya."Di Jawa Barat lama pendidikan yang dijangkau masyarakat baru 7-8 tahun jadi belum tamat SMP saja sudah putus sekolah karena berbagai faktor,"Oleh karena itu, kata Anang,  upaya konkrit seorang saudagar seperti Sukamdani untuk membantu masyarakat sekitar dan pemerintah perlu diikuti pengusaha lainnya. (ea)

 

SITE MAP:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top