Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BOROBUDUR INTERHASH 2012 Diharapkan Jadi Pemicu Pariwisata Jateng

 
Reporter 1
Reporter 1 - Bisnis.com 27 Mei 2012  |  09:16 WIB

 

 

 

MAGELANG: Pemprov Jawa Tengah mengharapkan Borobudur Interhash 2012 dapat menjadi daya ungkit seiring dengan pencanangan Visit Jateng 2013."Kami harapan, event ini akan menjadi guide wisata Jateng ke luar negeri, sehingga pada 2013 mereka akan kembali lagi ke sini dengan membawa sanak keluarga dan kerabat mereka," ujar Gubernur Jateng Bibit Waluyo, di sela penutupan Borobudur Interhash, Sabtu, 26 Mei 2012.Visit Jawa Tengah 2013 (VJT 2013), jelasnya, adalah sebuah upaya mendorong akselerasi pembangunan budaya dan pariwisata Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan seluruh stake holder di provinsi ini. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi titik kebangkitan budaya dan pariwisata Jawa Tengah di mata Indonesia maupun dunia.

VJT 2013 difokuskan pada empat destinasi utama di Jawa Tengah (sesuai RIPPARNAS), meliputi destinasi Semarang-Karimunjawa ; Nusakambangan-Pangandaran ; Solo-Sangiran , dan Borobudur-Yogyakarta dan sekitarnya.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan Borobudur International Hash House Harriesh atau Interhash 2012 ke depan bisa dilaksanakan di daerah lain di Indonesia."Ke depan, event ini harus dilanjutkan tidak hanya di sini (Borobudur), tetapi juga tempat lain, seperti Toraja, Manado, Bukit Tinggi, Lombok, Komodo, dan daerah lain juga mempunyai potensi untuk menjadi tuan rumah," katanya.Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggara Interhash 2012 setelah menang dalam pemilihan pada penyelenggaraan event yang sama pada 2010 di Kucing.Melalui kegiatan ini, kata dia, diharapkan para hasher mengetahui potensi wisata Indonesia khususnya di sekitar Candi Borobudur. Apalagi, kegiatan ini juga diliput ratusan jurnalis baik dalam maupun luar negeri."Hal ini tentu berdampak bagus bagi parisiwata Indonesia. Para hasher dari puluhan negara terlihat menikmati panorama areal persawahan, perkampungan dan kehidupan masyarakat pedesaan yang sangat menarik bagi mereka," ujar mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata itu.Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negera dan sejumlah romobngan mengikuti olahraga lintas alam itu, yang menyusuri perkampungan dan persawahan di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.Jero Wacik menjelaskan Borobudur Interhash ini diikuti sekitar 4.300 hasher dari 50 negera berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka menginap di hotel, makan di restoran, dan berkeliling Indonesia.Di lokasi itu peserta dapat menikmati suasana Borobudur dan alam yang menarik.  Para peserta dapat menikmati semua budaya, warisan sejarah, suasana alam, sawah-sawah, lihat seni budaya, dan kearifan lokal masyarakat di Borobudur.

"Diharapkan mereka akan tinggal lebih lama. Jika untuk satu peserta asing membelanjakan rata-rata US$100 bahkan lebih dari itu, maka jika ada 4.600 peserta asal luar negeri bisa memberikan banyak keuntungan," katanya.(bas) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top