Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOL SEMARANG-SOLO dinilai salah lokasi

SEMARANG : Pakar Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata  (Unika ) Semarang  Djoko Setijowarno mengaku wajar terjadi retakan salah satu pilar penyangga jembatan Penggaron di jalan Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran.Menurutnya kejadian
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Mei 2012  |  20:37 WIB

SEMARANG : Pakar Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata  (Unika ) Semarang  Djoko Setijowarno mengaku wajar terjadi retakan salah satu pilar penyangga jembatan Penggaron di jalan Tol Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran.Menurutnya kejadian itu sebenarnya sudah bisa diprediksi karena memang pembangunan jalan tol di lokasi itu secara teknis sudah salah sejak awal. 

 

"Lokasi itu berada di daerah patahan, dan secara konstruksi seharusnya dihindari dibangun di sana," katanya, Jumat 25 Mei 2012.

Biasanya, lanjut dia, untuk menyiasati lokasi patahan seperti itu dibangun jembatan layang yang sangat panjang, tapi memang harus mengeluarkan anggaran yang sangat besar, dan sekarang sudah terlanjur dibangun seperti yang ada saat ini.Djoko menjelaskan retakan yang terjadi dalam sebuah konstruksi berlokasi di daerah patahan memang sudah biasa, dan solusinya adalah pengelola jalan tol harus melakukan perawatan rutin, memantau perkembangan retakan tersebut.Hal ini harus dilakukan karena menyangkut keselamatan masyarakat pengguna jalan bebas hambatan itu.  "Efeknya tentu pengelola harus mengeluarkan banyak biaya untuk itu, yang berarti harus mengeluarkan biaya yang seharusnya tidak ada untuk alokasi itu seandainya tidak dibangun di daerah rawan itu," ujarnya.  (ra)

 

 

BACA JUGA:

FORMULA 1—Latihan 1 & 2 Belum Kuak Kekuatan Pebalap

Terkoreksi Lagi, IHSG Turun Di Bawah 3.900

Buyback Antam Turun Rp500/Gram, Harga Jual Stagnan Rp491.300—Rp530.500

Iran Mbulet Soal Nuklir, Minyak Kembali Ke Atas US$90

Kinerja Emiten Membaik, Stoxx Europe 600 Rebound

 

READ ALSO:

 Indonesia Stocks Slump 92.23 Points In Midday Break Session

PERTAMINA EP’s Output Reaches 130,000 Barrel

MARKET MOVING: Indonesian Export Continues To Weaken


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Endot Brilliantono, Puput Ady Sukarno

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top