Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TENAGA KERJA: Pemuda pengangguran kian memprihatinkan

JAKARTA :  Masalah pemuda pengangguran hampir kembali pada puncaknya menyusul pecahnya krisis ekonomi global dan tidak mungkin berkurang sampai setidaknya pada 2016.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  07:59 WIB

JAKARTA :  Masalah pemuda pengangguran hampir kembali pada puncaknya menyusul pecahnya krisis ekonomi global dan tidak mungkin berkurang sampai setidaknya pada 2016.

 

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan hampir 75 juta anak muda atau 12,7% orang berusia 15-24 tahun akan keluar dari pekerjaan tahun ini, naik dari 12,6% pada 2011.

 

Total pengangguran merayap naik menuju 75,4 juta pengangguran pada 2009 ketika krisis keuangan menyebabkan jumlahnya melonjak.

 

Gambaran lebih suram jika jutaan orang telah menunda atau menyerah mencari pekerjaan, termasuk ini akan menempatkan angka 2011 pada 13,6%.

 

Pemuda memilih untuk memperpanjang pendidikan mereka dan akan masuk pasar tenaga kerja pada tahun-tahun mendatang, memberi tekanan terus-menerus pada tingkat pengangguran.

 

"Pada tahun 2016, tingkat pengangguran kaum muda diproyeksikan tetap pada tingkat saat yang sama tinggi," tulis ILO seperti dikutip AFP, Selasa 22 Mei 2012.

 

Dalam laporan Tren Ketenagakerjaan Global untuk Pemuda, lembaga menyatakan penawaran pajak dan insentif lain untuk perusahaan mempekerjakan orang muda dan meningkatkan program kewirausahaan untuk membantu pemuda memulai karir.

 

"Krisis pemuda pengangguran dapat dikalahkan tetapi hanya jika penciptaan lapangan kerja untuk anak muda menjadi prioritas utama dalam pembuatan kebijakan dan investasi sektor swasta meningkat secara signifikan," kata Direktur Eksekutif sektor pekerjaan ILO, Jose Manuel Salazar-Xirinachs.

 

Lebih dari seperempat (27,9% dari pemuda pengangguran di Utara Afrika pada tahun lalu setelah pemberontakan musim semi Arab, meningkat lima persentase poin pada 2010.

 

Angka Timur Tengah mencapai 26,5 persen dalam laporan perkembangan regional itu. Di Eropa Tengah dan Tenggara, tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 17,6% pada 2011 dan di Amerika Latin dan Karibia juga terlihat sedikit berkurang menjadi 14,3%.

 

Di Sub-Sahara Afrika, tingkat pengangguran berdiri di 11,5% dibandingkan dengan 13,5% di Asia Tenggara dan Pasifik. "Bahkan di Asia Timur, mungkin wilayah paling dinamis, tingkat penganggurannya adalah 2,8 kali lebih tinggi bagi kaum muda dibandingkan orang dewasa," kata laporan itu.

 

Statistik menunjukkan krisis pekerjaan cenderung memiliki dampak yang kuat pada wanita di sebagian besar wilayah. (Antara/ra)

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top