Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SANKSI KEPADA IRAN: Hanya akan menaikkan harga minyak

WASHINGTON: Harga minyak mentah dunia berpotensi naik akibat sanksi yang dirancang guna membujuk salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, Iran, agar menghentikan program nuklirnya.Menteri Ekonomi Iran Shamseddin Hosseini mengatakan harga
Muhammad Fazrin
Muhammad Fazrin - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  19:41 WIB

WASHINGTON: Harga minyak mentah dunia berpotensi naik akibat sanksi yang dirancang guna membujuk salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, Iran, agar menghentikan program nuklirnya.Menteri Ekonomi Iran Shamseddin Hosseini mengatakan harga minyak akan naik tinggi hingga US$160 per barrel jika Uni Eropa tetap dengan rencana embargo minyak Iran pada 1 Juli 2012.“Kita benar-benar harus memberikan perhatian jika membicarakan penjualan minyak dan sanksi terhadap penjualan minyak, siapa yang menang dan yang kalah dalam sanksi seperti itu?” jelasnya kepada CNN.Hosseini mengatakan negerinya telah ditawan sanksi selama 33 tahun. Namun, hal ini justru menunjukkan bagaimana perekonomian Iran malah menguat. Dia merasa, sanksi yang akan diberikan AS tidak hanya menyerang perekonomian Iran semata. “Memang ini sulit, tapi bukan hanya bagi Iran. Dan kami dapat memastikan ada kenaikan harga minyak di pasar internasional yang patut dipertimbangkan. Sekarang, apakah ini benar-benar pendekatan yang terbaik?” tegasnya.Grup Delapan Negara (G-8) tengah berkumpul di kediaman kepresidenan Amerika Serikat (AS) di Camp David, Maryland. Selain membahas perkembangan krisis utang Eropa, mereka juga membahas cara meredam ambisi nuklir Iran.Para pemimpin G-8 menyatakan siap meminta Agen Energi Internasional untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin pasokan guna menghadapi gangguan aliran pasokan minyak dari Iran.Sementara itu, Israel telah menyatakan siap menyerang Iran guna mencegah republik Islam itu mengembangkan senjata nuklir. Iran mengatakan program nuklirnya bertujuan damai dan sesuai dengan haknya berdasarkan Pakta Nuklir Non-Proliferasi. (Bloomberg/Ahmad Puja Rahman Altiar/api)

 

    •  
  • TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

ENGLISH NEWS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top