Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BATERAITrik merawat baterai gadget & notebook

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Mei 2012  |  05:40 WIB

 

Baterai bukanlah komponen seksi dalam suatu gadget. Tapi peran sumber daya portabel ini sangat penting. Tanpa adanya baterai, gadget tidak dapat menjadi peranti yang dapat dibawa ke mana-mana. 
 
Tidak mengherankan bila konsumsi daya dan baterai menjadi salah satu faktor penting yang menjadi perhitungan perancangan gadget. 
 
Yang paling ekstrem misalnya adalah iPad, yang menyisihkan sebagian besar ruangan nya untuk baterai Litium-Ion.
 
Meskipun penting dibandingkan dengan komponen dalam peranti portabel lainnya kemajuan teknologi baterai cenderung lambat. Di segi tampilan layar misalnya kita sudah berpindah ke AMOLED (active matrix organic light emitting diode) dari teknologi kristal cair primitif. 
 
Sementara itu, dalam waktu 1 dasawarsa koneksi selular sudah beranjak dari 2G (GPRS) ke 2,5 (EDGE) ke 3G/3,G (UMTS/HSDPA). 
 
Belum lagi bila kita melihat teknologi penyimpanan, yang beralih dari cakram keras ke solid state 
drive. Perkembangan memori komputer pun bergerak dari DDR2 ke DDR3 dan DDR4.
 
Ion Litium
 
Baterai ion  Litium merupakan jenis baterai yang populer diguna kan sejak diperkenalkan pertama kali secara komersial oleh Sony pada 1991. 
 
Baterai ion Litium lebih ringan, menyimpan energi dengan kerapatan lebih tinggi, dan kehilangan kapasitasnya lebih lambat dibandingkan dengan jenis baterai pendahulunya.
 
Di sisi lain baterai ion Litium juga lebih rentan terhadap panas dan perubahan suhu. Beberapa tahun lalu meledaknya baterai ion Litium pada beberapa model laptop sempat menjadi berita menghebohkan. 
 
Karena bahaya inilah perusahaan pos Amerika Serikat pada saat ini menolak untuk mengirimkan gadget berisi baterai.
 
Alternatif untuk ion Litium yang sudah diajukan antara lain adalah ion Natrium dan ion timah-belerang-litium. Evolusi dari baterai ion Litium seperti ion Litium polimer telah banyak digunakan pada berbagai model perangkat digital.
 
Dapat digantikan atau internal?
 
Untuk mendapatkan daya tahan baterai yang lama cara yang paling mudah adalah memperbesar ukuran baterai. 
 
Dengan cara ini energi yang disimpan juga akan lebih banyak. Untuk mengoptimasi ukuran salah 
satu cara yang paling mudah buat perancang gadget adalah menggunakan baterai internal. 
 
Baterai internal memungkinkan pembuat baterai tidak lagi menghabiskan tempat untuk kemasan, yang bisa menyita tempat yang bisa digunakan untuk menjejalkan lebih banyak sel baterai. 
 
Selain itu, pembuat gadget lebih ?eksibel dalam memberikan tempat pada baterai tanpa harus memperhitungkan bentuk standar.
 
Di sisi lain baterai yang dapat diganti-ganti (replaceable battery) memiliki keunggulan yang jelas, bila ada masalah dengan baterai kita dapat dengan mudah mencopotnya tanpa harus pergi ke pusat reparasi. Dan baterai tidak jarang menghadapi masalah. 
 
Kapasitas baterai biasanya hanya dapat bertahan selama setahun. Setelah itu banyaknya energi yang disimpan dalam baterai akan menurun sampai akhirnya nol. Pada saat ini kita harus menggantinya dengan baterai baru.
 
Kemudahan lain replaceable battery adalah kemungkinan menyediakan baterai lain sebagai baterai cadangan. Kita dapat membeli baterai lain sebagai backup. 
 
Dengan cara ini bila energi dalam baterai utama habis kita cukup mencopot baterai dan memasang 
baterai baru. Dengan demikian kita dapat melipatgandakan daya tahan baterai.  
 
Lebih mudah mengisi baterai
 
Isu lain yang terkait dengan baterai adalah peranti pengisian baterai atau charger. Tidak banyak orang yang memikirkan pe rancangan charger, tetapi Apple adalah salah satu pengecualian. Rancangan MagSafe yang ditemukan pada berbagai komputer jinjing Mac mendayagunakan magnet untuk menancapkan 
kabel charger ke komputer. 
 
Ini merupakan faktor plus dalam segi keamanan, bila kita tidak sengaja menyentakkannya, kabel akan 
mudah copot dan tidak menyeret komputer.
 
Hal yang lebih mendasar adalah bagaimana meng isi baterai tanpa harus menggunakan kabel. Kalau kita dapat memiliki koneksi data tanpa kabel, kenapa pula kita harus terikat dengan stop kontak, meskipun itu hanya saat mengisi baterai? Solusi yang ada saat ini adalah pengisian baterai nirkabel seperti Witricity, yang dirintis para ilmuwan MIT tahun 2007. 
 
Pada saat ini kita sudah dapat menemukan charger nirkabel untuk ponsel, seperti Palm TouchStone dan televisi dari Sony. Sayangnya, teknologi ini belum meluas (sut)
 
*)tulisan ini diambil dari rubrik Digitl di Bisnis Indonesia edisi Sabtu 19 Mei 2012
 
 
 
 
BACA JUGA:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gombang Nan Cengka

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top